Pertamina Diminta Buka Data Kebocoran ONWJ Sebagai Bentuk Tanggung Jawab

pertamina
Petugas mengumpulkan tumpahan minyak mentah di Desa Cemarajaya, Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, Jumat (30/8). Foto: Antara

Oleh: Suandri Ansah

Indonesiainside.id, Jakarta – Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil (KORMAS) menuntut Pertamina segera membuka data lengkap sumur YYA-l. Sehinggaaga dapat diketahui sebab kebocorannya.

Sumur YYA-l mengalami kegagalan operasional, bocor (blow out). Kebocoran minyak terjadi sejak 12 Juli 2019 lalu di di Blok Offshore North West Java (ONWJ) Karawang, Jawa Barat.

Koordinator Aksi KORMAS sekaligus aktivis Jaringan AdvokaSi Tambang (JATAM) Nasional, Bagus menyatakan bahwa masyarakat sipil hingga saat ini telah melayangkan dua kali surat permohonan informasi kepada Pertamina. Mereka meminta perusahaan BUMN itu membuka data sumur YYA-l secara lengkap.

Permohonan informasi tersebut dilakukan dengan mekanisme Pasal 22 UU 14/2008 tentang Keterbukaan informasi Publik. Surat pertama dilayangkan pada 7 Agustus 2019,

“Sayangnya, jawaban pada 20 Agustus lalu PT Pertamina (Persero) menyatakan tidak menguasai informasi yang dimintakan,” ujarnya di kantor Walhi, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

KORMAS melayangkan kembali permohonan informasi yang kedua termasuk kepada Pertamina Hulu Energi (PHE) pada 30 Agustus 2019. Lagi-lagi sampai saat ini belum ada jawaban tertulis secara tegas yang merekakam terima.

Juru Kampanye Greenpeace, Arifsyah Nasution turut menegaskan bahwa pengungkapan data lengkap sumur YYA-l dan informasi mengenai kondisi sumur-sumur lain merupakan bentuk tanggung jawab. Dengan demikian, pihak yang paling bertanggung jawab bisa segera diadili.

“Pertamina juga harus segera menyusun strategi dan rencana aksi pemulihan lingkungan secara menyeluruh, yang perlu disusun dengan kajian mendalam dan terbuka, serta diumumkan kepada publik agar secara luas dapat diawasi,” tegas Arif. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here