Gapmmi Minta Pemerintah Berani Hadapi Perang Dagang

Perang dagang as cina
Ilustrasi Perang dagang AS & Cina. Foto: Istimewa

Oleh: Suandri Ansah

Indonesiainside.id, Jakarta – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) meminta pemerintah berani menghadapi perang dagang. Gejolak ekonomi global harus jadi peluang meningkatkan ekspor nasional.

“Kita tahu kondisi global sedang perang dagang, justru kita bukan ketakutan. Ambil itu, contohnya investor China yang keluar mestinya kita yang ambil,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik Gapmmi, Rachmat Hidayat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (25/9).

Sayangnya, investor yang angkat kaki dari China tak satupun masuk ke Indonesia. Rachmat menyayangkan mereka justru lari ke negara tetangga seperti Vietnam, Kambodja, dan Malaysia.

“Mestinya perang dagang memberikan manfaat pada kita. Amerika itu kan mengimpor banyak dari China, dia akan alihkan impornya, kan harapannya dari Indonesia dong,” tuturnya.

Sementara, investasi China yang dihambat Amerika bisa masuk ke Indonesia. “Di China enggak bisa jual ke Amerika, mestinya kita yang nampung,” imbuhnya.

Gapmmi pada tahun ini optimis bisa mencapai target pertumbuhan industri makanan dan minuman hingga 9%. Tahun lalu, industri ini mampu tembus angka pertumbuhan 8%.

“Tahun depan harapan kita lebih baik, 10% kalau bisa, tapi kita lihat target itu realistis apa tidak, nanti kita lihat setelah 2019 ini,” paparnya.

Rachmat mengungkapkan, target itu bisa tercapai dengan sokongan infrastruktur, regulasi yang mendukung pengusaha, dan upaya pemerintah memperkuat sumber daya manusia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here