Gapmmi Minta Kemendag Tak Buat Regulasi yang Membingungkan

Doni Wibisono
Ketua Komite Kebijakan Publik & Hubungan Antar Lembaga Gapmmi, Doni Wibisono. Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Oleh: Suandri Ansah

Indonesianinside.id, Jakarta — Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) meminta agar Kementerian Perdagangan (Kemendag) tak membuat regulasi yang membingungkan konsumen dan pengusaha. Salah satunya mengenai minyak goreng curah.

Ketua Komite Kebijakan Publik & Hubungan Antar Lembaga Gapmmi, Doni Wibisono mengatakan, sejauh ini asosiasi masih mengkaji dampak pelarangan minyak goreng curah. Meminta informasi dari anggota usaha kecil menengah (UKM) dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Kita lihat kebutuhannya juga, yang peruntukan minyak curah itu untuk siapa, yang beli apakah benar rumah tangga atau UKM, kita beri masukan pada Kemendag agar dilihat peruntukannya ke arah mana,” ujar Doni ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (9/10).

Menurut Doni, semestinya pemerintah tak membuat regulasi yang semakin memberatkan industri hulu atau produsen. Lebih baik, lanjutnya, pemerintah memperketat pengawasan.

“Aturan yang sudah ada ditekankan ke pengawasannya saja. Jadi jangan buat aturan baru yang bikin bingung pelaku usaha,” katanya.

Doni menambahkan, memang sebaiknya peredaran dan penggunaan minyak goreng curah tidak dilarang. Sebab hanya akan mempersulit konsumen, baik rumah tangga untuk memasak maupun pengusaha kecil dalam berproduksi.

“Apakah kalau minyak goreng kemasan harganya bisa terjangkau buat mereka, belum tentu. Dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp11 ribu, penjual gorengan bisa enggak beli segitu?” katanya. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here