Gapmmi: Kementerian Bidang Ekonomi Oke, Kecuali Kemendag Masih ‘Menyebalkan’

Doni Wibisono
Ketua Komite Kebijakan Publik & Hubungan Antar Lembaga Gapmmi, Doni Wibisono. Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Oleh: Suandri Ansah

Indonesiainside.id, Jakarta – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) berharap, kinerja pemerintahan mendatang bisa menjaga pertumbuhan industri makanan dan minuman di atas 8%. Pengusaha menilai kerja kementerian bidang ekonomi selama 2014-2019 sudah cukup baik.

Ketua Komite Kebijakan Publik & Hubungan Antar Lembaga Gapmmi, Doni Wibisono mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) adalah kementerian yang paling ramah terhadap pengusaha. Sementara, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dipandang jadi kementerian yang ‘paling menyebalkan’.

“Itu yang kita semakin bagus kerja samanya (dengan Kemenperin). Terus kita jatuh bangun dengan Kemendag,” ujar Doni ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (9/10).

Doni menjelaskan, harus diakui ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan Kemendag justru membingungkan para pengusaha di industri makanan dan minuman. Banyak sekali, katanya, pertanyaan yang masuk ke Gapmmi mengenai arah kebijakan Kemendag.

“Kita harap Kemenperin tetap langgeng sama industri, manufaktur terutama makanan dan minuman. Dari Kementerian Pertanian (Kementan) supaya tetep bisa sinergi,” katanya.

Doni menambahkan, Kementan termasuk salah satu kementerian yang afirmatif. Kementan bisa melakukan beberpa penyesuaian kebijakan dalam mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman.

“Dari sisi fiksal kita masih merasa iklim yang bersahabat dengan kebijakan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), itu dengan adanya tax holiday, penudaan kebijakan pajak, bea cukai bersahabat, nah itu bantu kita,” tutur Doni.

“Overlall, Kemenperin, Kementan, Kemenkeu, oke. (Kementerian) perdagangan masih ada satu sektor itu agak kebingungan dengan kebijakan yang dikeluarkan.” (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here