21 Importir Tekstil Diawasi Ketat, Satu API-P Dicabut Izinnya

impor tekstil
Konfrensi pers mengenai penyeludupan TPT Impor di PLB. Foto: Annisa Fadhilah/Indonesiainside.id

Oleh: Annisa Fadhilah

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Direktorat Bea Cukai dan API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) sedang melakukan pengawasan terhadap 21 Angka Pengenal Impor-Produsen (API-P) dan Angka Pengenal Impor-Umum (API-U). Hari ini juga, mereka mencabut satu izin persediaan impor dari API-P karena terbukti memindahtangankan bahan baku yang diimpor.

“Sesuai peraturan Kemendag bahwa barang baku yang diimpor tidak boleh diperdagangkan atau dipindahtangankan. Kemudian alamat pabrik tersebut tidak sesuai dengan lapangan dan tidak tercantum di API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia),” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana, di Jakarta, Jumat (10/10).

Sementara itu, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, API dan Direktorat Jendral Bea Cukai akan membentuk satgas untuk mengawasi 21 Angka Pengenal Impor-Produsen (API-P) dan Angka Pengenal Impor-Umum (API-U). Mereka juga merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 64 yang akan diresmikan pada minggu depan.

“Sesuai Permendag nomor 64 ada dua lampiran A dan B. A wajib PI (Perizinan Impor) dan b tidak pake PI, hanya pakai laporan suplier. Kami akan merubah semua lampiran wajib PI,” ujar Wisnu. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here