Founder JNE: Kecepatan Pengiriman Lebih Disukai Milenial Daripada Ongkos Kirim

Djohari Zei
Founder JNE, Djohari Zein. Foto: Istimewa

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta – Indonesia merupakan negara kepulauan yang memerlukan biaya pembangunan konektivitas yang tinggi. Namun, pada sisi lain, kemajuan teknologi juga sangat membantu akses pasar terutama dalam industri logistik.

Menurut Founder JNE, Djohari Zein, paket kebijakan ekonomi pemerintah dalam rangka peningkatan daya saing industri nasional telah ikut menyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan. Rangking global daya saing Indonesia dinilai mulai membaik, naik dari posisi 43 tahun lalu ke posisi 32 di tahun 2019.

“Kondisi ini membuka peluang tumbuhnya permintaan atas jasa logistik yang merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah proses dagang,” kata Djohari kepada Indonesia Inside, Rabu (16/10).

Djohari menjelaskan, di saat ekonomi dunia melambat baik di Cina, Amerika Serikat maupun Eropa, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dapat bertahan dengan rata-rata sekitar lima persen per tahun. Sementara itu, kemudahan berusaha juga terus membaik.

Pembangunan Infrastruktur disisi lain juga telah turut memancing perbaikan mutu logistik di Indonesia, baik dari sisi kecepatan maupun biaya. “Maka mudah di duga bahwa logistik indonesia bukan saja akan semakin cepat dan meningkat, namun juga semakin murah,” tuturnya.

Mengenai gaya hidup milenial yang menekankan pada kecepatan logistik, Djohari mengatakan, Paxel yang merupakan startup logistik pelopor same day delivery antarkota di Indonesia, merilis data bernama Paxel Buy & Send Insigts. Dimana sebanyak 36 persen penjual daring merasa kecepatan pengiriman barang lebih penting ketimbang ongkos kirim yang murah sebanyak 29 persen.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here