Hemat Devisa, Pemerintah Konversi Utang Tuban Petro Jadi Tambahan Modal

PT Tuban Petrochemical Industries
Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu, Isa Rahmatarwata (kanan) dan Dirut Tuban Petro Sukriyanto (kiri). Foto: Annisa Fadhilah/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Kini Pemerintah memiliki 95,9℅ (sudah termasuk kepemilikan dari Pertamina sebesar 84%) saham di PT Tuban Petrochemical Industries (TPI). Hal ini karena pemerintah melihat potensi dari PT TPI untuk pasokan petrokimia dalam negeri.

“Kepemilikan ini merupakan konversi piutang berupa pokok Multi Years Bond (MYB) jadi utang pokok TPI grup jadi tambahan modal. Kepemilikan pemerintah meningkat dari 70℅ jadi 95,9%,” ujar Dirjen Kekayaan Negara, Isa Rahmatarwata, di Jakarta, pada Jumat (18/10).

Isa menambahkan, optimalisasi aset PT TPI dilakukan dalam jangka panjang. Hal ini diprediksi akan menghemat devisa hingga US$ 6,6 miliar pada 2030.

Isa mengutip dari Menko Perekonomian Darmin Nasution, bahwa ada 3 produk industri dasar yang menyebabkan defisit terbesar di Indonesia. Pertama, baja steal. Kedua, petrokimia dan terakhir kimia dasar. Hal itu terjadi disebabkan impornya tinggi sekali untuk memenuhi kebutuhan nasional, sebesar 60%.

“Kementerian Keuangan berharap melaui PT TPI, Indonesia akan memiliki industri petrokimia yang bisa diandalkan. PT TPI memiliki peran strategis memproduksi petrokimia terutama komoditas aromatik untuk kebutuhan nasional,” ungkap Isa.(*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here