Bullish, Harga CPO Bisa Tembus USD 700/Ton di 2020

Crude Palm Oil/CPO
Crude Palm Oil/CPO. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Para analis memprediksi harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tahun depan mengalami peningkatan ketimbang tahun 2019 yakni di kisaran USD 600-700 per ton.

CEO Oil World dari Jerman, Thomas Mielke, memperkirakan harga CPO di bursa CIF Rotterdam akan menguat ke kisaran USD 660 per ton pada paruh pertama dan USD 565 per ton pada paruh kedua tahun depan.

Ia menjelaskan produksi CPO global diperkirakan tumbuh 1,5 juta ton menjadi 78,2 juta ton pada 2020. Secara global, produksi tumbuh lebih rendah akibat berbagai faktor seperti kegiatan pemupukan rendah, peremajaan lambat.

Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan setahun sebelumnya yang mencapai 4,6 juta ton. Sementara itu, konsumsi CPO diproyeksi menyentuh angka 80-81 juta ton tau tumbuh sekitar 3,5 juta ton tahun depan.

Selain itu, katanya, adanya permintaan global yang kuat untuk makanan dan bahan bakar. Alhasil stok minyak sawit dunia akan turun 2 hingga 3 ton dalam 12 bulan ke depan.

Dia memperkirakan, harga CPO tahun depan akan naik USD 100 per ton akibat adanya kebijakan peningkatan konsumi minyak sawit oleh Indonesia melalui program mandatori biodiesel. “Stok minyak sawit bakal berkurang. Harga naik karena terjadi defisit,” ujar Mielke.

Meskipun dia masih pesimis terhadap implementasi program B30 lantaran adanya kesiapan dari sisi pemasok biodiesel dalam negeri.

Analis LMC International James Fry, menjelaskan bahwa tingkat pertumbuhan yang lebih lambat dalam produksi minyak sawit di seluruh dunia bertepatan dengan upaya peningkatan oleh pemerintah di negara-negara produsen utama untuk meningkatkan mandat biodiesel mereka.

“Selama B30 dilaksanakan secara penuh, seperti yang dijanjikan pemerintah Indonesia, harga CPO akan naik. B30 akan meningkatkan permintaan biodiesel dalam negeri sekitar 8,5 juta ton tahun depan,” ujar Fry.

Dia memperkirakan, harga minyak sawit di pasar domestik berada di kisaran USD 650 per ton pada semester satu 2020. Sedangkan harga sawit bisa meningkat lagi menjadi USD 700 per ton pada semester dua tahun depan.

Sementara, Analis dari Godrej International Ltd Dorab Mistry mengatakan, harga sawit akan bergerak moderat. Penyebabnya adanya peralihan mekanisme kontrol harga dari produksi ke kebijakan biodiesel. “Dukungan Presiden Jokowi untuk B30 menjadi game changer pada tahun depan,” ujar Dorab.

Dorab memperkirakan harga minyak sawit internasional di bursa Malaysia berada di kisaran RM2.700 per ton pada 2020. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here