Asia Pasifik Dorong Potensi Industri Game Global Capai Rp2.130 Triliun

industri game
Suasana salah satu pojok gim dalam Bekraf Game Prime 2019 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Sebuah survei menyatakan bahwa saat ini ada 2,5 miliar lebih gamer di seluruh dunia. Dengan jumlah penggemar game yang begitu melimpah, potensi bisnis industri game ditaksir mencapai 152,1 miliar dolar atau Rp2.130 triliun.

Laporan bertajuk Global Games Market yang dirilis Newzoo mencatat, nilai ini tumbuh 9,6 persen dibanding tahun lalu. Asia Pasifik menjadi pendorong utama pertumbuhan berkelanjutan untuk industri game dunia menurut market researcher Newzoo.

Permainan konsol diperkirakan menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat tahun ini dengan pertumbuhan 13,4%menjadi 47,9 miliar dolar. “Ini adalah tahun kedua yang berjalan bahwa pertumbuhan konsol game akan melebihi pertumbuhan gaming mobile,” tulis ringkasan laporan itu dikutip Jumat (8/11).

Namun, perubahan peraturan tahun lalu di Cina, serta tidak adanya blockbuster global baru, menandakan pertumbuhan yang lambat untuk game mobile. Terlebih lagi, meningkatnya antisipasi terhadap generasi konsol berikutnya akan memperlambat pasar selama paruh kedua tahun ini.

Mobile gaming (smartphone dan tablet), tetap menjadi segmen terbesar di 2019, tumbuh 10,2% dengan potensi pendapatan sekitar 68,5 miliar dolar. Kontribusinya hampir separuh dari pasar game global yakni 45 persen

Dari jumlah ini, 54,9 miliar dolar dihasilkan dari penjualan game smartphone. Game PC akan menjadi segmen terkecil dan tumbuh paling lambat, meningkat 4,0% YoY menjadi 35,7 miliar dolar.

“Meskipun segmennya lebih kecil dalam ukuran, status PC sebagai landasan inovasi di pasar game tetap jelas hingga hari ini. Hampir semua genre game yang paling populer, termasuk battle royale dan MOBA, dapat melacak akarnya kembali ke komunitas modding game PC,” kata Newzoo. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here