Terinspirasi Dari Cina, Hewan Khas Indonesia Bisa Tambah PNBP

pulau komodo ditutup
Komodo. Foto: Pixabay

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mempunyai rencana untuk menyewakan hewan khas Indonesia dilindungi. Dalam rangka optimalisasi PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA).

“Kita bisa mencontoh Cina. Bagaimana Cina bisa memanfaatkan hewan panda untuk disewakan dengan harga US$ 1 juta. Apabila panda yang disewakan mati, maka penyewa kena denda sebesar US$ 10 juta,” ujar Direktur Penilaian (DJKN), Kurniawan Nizar, di Jakarta pada Jumat (8/11).

Sesuai yang dikatakan Kurniawan, hewan khas yang rencananya akan disewakan (DJKN menyebutnya rent capture) ialah komodo, cendrawasih dan badak bercula satu. Bahkan pihak DJKN telah mengecek badak bercula satu di Ujung Kulon, Banten.

Kasubdit Penilaian SDA dan bisnis dari DJKN, Kemenkeu, Nafiyantoro mengatakan bahwa Indonesia tidak selamanya bisa mengandalkan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui, seperti mineral untuk menambah pemasukan negara. Harus ada cara kreatif untuk mencari pemasukan lain.

Kurniawan menambahkan bahwa tak hanya penyewaan hewan saja. Pemanfaatan lahan bekas lokasi penambangan sebagai destinasi wisata dan pemanfaatan potensi Taman Nasional di Indonesia sebagai healing forest juga bisa menambah kas negara.

“Indonesia belum sadar bahwa taman nasional bisa dijadikan objek wisata. Jepang saja sudah banyak memanfaatkan hutan sebagai healing forest dan healing forest bagus untuk kesehatan,” tambah Kurniawan. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here