BPOM Gandeng e-commerce Lakukan Pengawasan Produk Makanan dan Minuman Impor

penny lukito
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny Lukito (tengah). Foto: Anisa Tri K/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Maraknya peredaran makanan impor yang di perjual belikan secara online, menuntut masyarakat untuk lebih waspada. Hal tersebut, dibenarkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny Lukito.

Sebagai lembaga yang berperan menaungi pengawasan, Penny mengatakan, bahwa BPOM bakal melibatkan sejumlah instansi dan kementerian untuk meminimalisir pangan impor yang belum memiliki jaminan keamanan dan kesehatan.

“Kita akan eratkan lagi ke Bea Cukai (Kementerian Keuangan), Kominfo, dan lembaga lainnya. Agar pangan impor yang belum terjamin ini bisa dicegah,” ujar Penny pada Sabtu (9/11) di Jakarta.

Berdasarkan catatannya, sepanjang 2018 terdapat kasus luar biasa (KLB) semisal keracunan pangan sebanyak 34 persen. Diharapkan, peristiwa ini dapat diminimalisir dengan pengawasan yang juga dilakukan oleh para e-commerce. Penny mengatakan, jika saat ini pihaknya telah menggandeng kerja sama dengan sejumlah raksasa e-commerce untuk mencegah peredaran pangan tanpa jaminan keamanan pangan.

“Ya, memang harusnya (mamin) yang beredar di konsumen itu harus sudah ada jaminan keamanan dari BPOM. Kita edukasi dulu, baru nanti dikenakan sanksi,” ungkapnya.

Penny mengatakan, bahwa penindakan terhadap kasus peredaran makanan dan minuman min yang belum keamanannya saat ini sudah mulai dilakukan. Hanya saja pihaknya masih perlu melakukan pendataan kembali. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here