Implementasi B30 Terganjal Kepmen ESDM

B30
Ilustrasi Biodiesel B30. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta — Pemerintah akan menerapkan kebijakan penggunan bioesel mencapai 30% (B30) pada 1 Januari 2020. Namun ujicoba pemakaian B30 akan dimulai November atau Desember 2019.

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan berharap ujicoba B30 bisa dilaksanakan pada pertengahan bulan ini. Hanya saja, masih banyak administrasi yang belum diselesaikan.

“Kami masih menunggu Keputusan Kementerian ESDM mengeluarkan Keputusan Menteri untuk menambah kuota Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk program bauran minyak sawit pada solar,” ujar Paulus di Jakarta, Rabu (13/11).

Selain itu, kepastian kontrak antara Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BUBBM) dan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN). Terakhir, Purchase order (PO) antara keduanya. “Ada Shell dan banyak lainnya termasuk Pertamina,” imbuhnya.

Pemerintah telah memutuskan alokasi tahun ini sebesar 6,6 juta kiloliter (KL). Namun, jumlah itu hanya untuk pengadaan B20 saja. “Kalau berubah jadi B30, alokasi pasti berubah meskipun hanya untuk kebutuhan satu bulan. Kalau keputusan bisa keluar dalam beberapa hari ini, mungkin bisa mulai pertengahan November,” tutur Paulus. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here