Delapan Strategi Kementan Hadapi El Nino Tahun 2020

Syahrul Yasin Limpo
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (tengah). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Dalam menghadapi ancaman El Nino tahun depan , Kementerian Pertanian menyiapkan delapan strategi. Hal itu dikatakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Rapat Kerja di DPR.

Pertama, inventarisasi daerah rawan kekeringan, ketersediaan benih, alat mesin pertanian (alsintan) dan sarana produksi (saprodi) lainnya.

Kedua, desiminasi informasi perubahan iklim melalui pemerintah daerah yang terkait dengan instansi pertanian. Ketiga, percepatan tanam pada daerah irigasi teknis golongan satu dan dua dengan memnafaatkan ketersediaan air dan memobilisasi alsintan untuk pengolahan lahan.

Keempat, menanam varietas yang sedikit menggunakan air, pembuatan system usaha tani hemat air, menanam palawija, sorgum dan pola menanam sesuai spesifikasi lokasi. Kelima, menyiapkan ketersediaan benih utamanya benih tahan kekeringan dan benih palawijaya guna merotasi tanaman padi.

Keenam, pengawalan dan monitoring tanaman lebih intensif pada daerah potensi kekeringan dengan gerakan khusus sosialisasi menghadapi El Nino. Ketujuh, optimalisasi penyangga produksi di lahan rawa dan lebak. Kedelapan, meninkatkan kordinasi dan konsolidasi pusat dan daerah dalam antisipasi maupun mitigasi dampak El Nino.

“Kita berharap produksi pangan utama tahun 2020 tidak akan terganggu, permintan pangan dapat disediakan sesuai kebutuhan,” ujar Syahrul, Senin (18/11).

Adapun target produksi padi tahun depan sebesar 59,15 juta ton, jagung 30,35 juta ton dan kedelai 1,12 juta ton. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here