Vietnam Makin Jadi ‘Momok Menakutkan’ bagi RI, Dubes AS Ungkap Alasannya

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Jakarta – Lagi-lagi Vietnam menjadi buah bibir lantaran kemajuan yang diperoleh negara itu ibarat ‘momok menakutkan’ bagi Indonesia. Setelah pertumbuhan ekonomi Vietnam melampaui RI, kini dalam hal perdagangan pun demikian.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr mengungkapkan AS maupun Indonesia harus bekerja keras untuk bisa meningkatkan perdagangan antara kedua negara. Pasalnya, perdagangan kedua negara nilainya kurang dari separuh nilai perdagangan AS dengan Vietnam. Artinya, Indonesia sangat tertinggal dari Vietnam dalam konteks perdagangan dengan AS.

“Salah satu upaya misalnya dengan menyelesaikan pembahasan fasilitas Generalized System of Preference (GSP),” katanya di Jakarta, Selasa (19/11) sore.

- Advertisement -

GSP merupakan program pembebasan tarif masuk terhadap impor barang-barang tertentu dari negara berkembang. Insentif tersebut dinilai akan dapat menggenjot kinerja ekspor Indonesia ke AS.

Lebih lanjut, Donovan mengatakan Indonesia dapat mengambil peluang dengan adanya perang dagang yang terjadi antara China dan AS. Indonesia dinilainya perlu membuka peluang lebih besar dengan lebih terbuka untuk bisa masuk ke dalam rantai pasok global. Terlebih, sektor manufaktur di Tanah Air terus mengalami penurunan.

Dalam kesempatan yang sama, Counselor for Exonomic Affairs Andrew Shaw mengatakan Indonesia memiliki daftar negatif investasi yang panjang yang membatasi investasi asing. “Tentu kami ingin melihat lebih banyak peluang bagi perusahaan AS,” katanya.

Belum lagi, aturan mengenai persyaratan soal lokal konten dinilai tidak sejalan dengan tren di dunia, di mana justru negara-negara lain lebih terbuka dalam aspek tersebut. “Banyak negara justru lebih terbuka soal konten lokal agar bisa masuk rantai pasok global, karena itu juga lebih efisien bagi produsen,” imbuh Shaw.

Pengusaha asal AS berharap Indonesia bisa membuka lebih luas lagi peluang berinvestasi dan berbisnis di Tanah Air demi mencapai target untuk menggandakan nilai perdagangan antara kedua negara. “Kami percaya salah satu cara untuk meningkatkan perdagangan adalah dengan membuka lebih luas peluang bagi pengusaha AS datang ke sini,” kata Donovan.(*/Dry/Ant)

Berita terkini

Mobil Listrik Makin Murah Mulai Tahun Depan

Indonesiainside.id, Jakarta - Seiring kemajuan dalam pengembangan teknologi baterai, mobil listrik harganya bakal semakin terjangkau, setidaknya mulai tahun depan. Untuk yang beredar sekarang ada...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Novak Djokovic Kembali Sumbang Dana Untuk Tangani Covid-19 di Negaranya

Indonesiainside.id, Jakarta - Petenis putra nomor 1 dunia Novak Djokovic menyumbangkan RSD5 juta atau sekitar Rp.695 juta untuk membantu sebuah kota di barat daya...

Kejamnya Rezim Bashar al-Assad, Tetap Tidur Nyenyak Meski Banyak Anak-Anak Tewas Diterjang Peluru dan Bom Pasukannya

Indonesiainside.id, Al Bab - Seorang anak perempuan berusia 10 tahun tewas karena tertembak oleh pasukan rezim Bashar al-Assad pada Rabu(1/7) di distrik al-Bab, Suriah...

Uji Coba Buka Destinasi Wisata, Prambanan dan Ratu Boko Terapkan Protokol Kesehatan

Indonesiainside.id, Jakarta - PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko menerapkan protokol kesehatan ketat bagi wisatawan yang berkunjung...

Berita terkait

Indonesia Tidak Masuk Dalam Daftar Negara Aman Covid-19, Tunda Dulu Rencana ke Eropa

Indonesiainside.id, Jakarta - Uni Eropa telah mengumumkan 14 negara yang masuk dalam kategori aman untuk masuk dan berpergian ke negara-negara di Eropa di tengah...

Kekebalan Masyarakat Tanpa Gejala Covid-19 Naik Dua Kali Lipat

Indonesiainside.id, London – Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa jumlah orang yang kebal terhadap Covid-19 lebih tinggi dari yang diperkirakan. Tes antibodi juga bukan lagi...

Campur Tangan Urusan Turki, Amerika Tolak Haqia Sophia jadi Masjid

Indonesiainside.id, Jakarta--Amerika Serikat (AS) ikut campur tangan urusan Turki dengan meminta Haqia Sophia tetap menjadi museum, bukan masjid. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo...

Rupiah Berpeluang Menguat Tipis Seiring Membaiknya Data Ekonomi Global

Indonesiainside.id, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (2/7) berpotensi menguat tipis seiring membaiknya data ekonomi global. Rupiah dibuka...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here