Komisi VII Desak Pencabutan Subsidi Listrik Ditangguhkan, Ini Respons Menteri ESDM

Arifin Tasrif
Menteri ESDM, Arifin Tasrif sedang berbincang dengan salah satu Ketua Komisi VII DPR RI Foto: Annisa Fadhilah/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi VII DPR RI mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif untuk menangguhkan pencabutan subsidi listrik untuk pengguna 900 VA non rumah tangga miskin (RTM). Sebab, data yang belum aktual mengenai jumlah pelanggan 900 VA RTM dan Non RTM.

“Kami belum bisa pastikan kapan target data harus selesai. Kami bicarakan dulu dengan DPR,” ujar Arifin Tasrif, di Jakarta pada Rabu (27/11).

Pihak ESDM dan PLN akan tetap melakukan kebijakan itu. Namun, pihaknya harus mendetailkan betul data pelanggan 900 VA RTM dan non RTM, supaya tidak ada yang dirugikan dengan kebijakan pencabutan subsidi itu.

“Iya tetap dilakukan pencabutan subsidi. Tapi kalau yang tidak kena sasaran bagaimana? Nanti kan jadi tidak baik,” tambah Arifin.

Sampai saat ini, Arifin belum mengiyakan bahwa pihak pemerintah akan menaikkan tarif dasar listrik pada 1 Januari 2020. Dia menambahkan masih menunggu usulan dari PLN (Persero) dan akurasi data RTM dan Non RTM.

“Rencana kenaikan tarif dasar listrik memang ada mekanismenya, tiap bulan biasanya PLN mengusulkan. Namun, saat ini belum dapat usulan,” ujar Arifin.

Di lain sisi, Arifin mengaku bahwa progarm kenaikan tarif dasar listrik dan pencabutan subsidi pengguna 900 VA non RTM, masuk dalam APBN 2020 dan sudah diputuskan di Badan Anggaran. “Kami akan sisir lebih presisi lagi, sehingga bisa menerapkan kebijakan ini secara tepat,” tambah Arifin.(*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here