Komitmen Peningkatan Ekonomi Dipertanyakan

Enny Sri Hartati
Ekonom Indef, Enny Sri Hartati (kiri). Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto kembali maju sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) pada bulan Desember 2019 nanti.

Pengamat Ekonomi Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, seorang pejabat publik agar tidak rangkap jabatan, termasuk menjadi ketua umum Partai. “Sebenarnya pejabat publik sebaiknya tidak rangkap jabatan,” kata Enny dalam sambungan telepon, Jakarta, Rabu (27/11).

Menurut Enny, apabila hal itu tetap dilakukan, maka kinerjanya sebagai menteri tidak akan optimal. Apalagi Airlangga mengemban tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai
Menko Perekonomian untuk memperbaiki ekonomi Indonesia. “Karena kalau seorang Menteri kerjanya tidak fokus pasti kerjanya tidak optimal ya gimana mau memperbaiki ekonomi,” kata dia.

Kata dia, apabila Airlangga ingin perekonomian Indonesia menjadi lebih baik seperti target Presiden Jokowi, maka sebaiknya dia tidak rangkap jabatan. Terlebih situasi ekonomi global saat ini sangat tidak ideal. Dimana ada bayang-bayang resesi menggelayuti laju perekonomian dunia.

“Jadi intinya baiknya tidak rangkap jabatan karena kalau rangkap jabatan kerjanya tidak optimal,” kata dia.

Adapun diketahui terget pertumbuhan ekonomi pemerintahan Jokowi di periode I tidak pernah tercapai. Dengan demikian perlu kerja keras para menteri untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi ditengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.

Bahkan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku pasrah dengan situasi ekonomi global saat ini, pasalnya situasi ini tidak begitu menguntungkan bagi perekonomian nasional, imbasnya pertumbuhan ekonomi Indonesia diramal bakal lebih rendah dari yang diharapkan.

“Ekonomi mengalami pelemahan di berbagai belahan dunia,” kata Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Bahkan Indonesia tambah Sri Mulyani pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa saja minus 0,01 persen dari yang diharapkan pemerintah. “Sementara, Indonesia stabil, hanya sekitar 0,1 persen,” katanya.

Informasi saja, Sri Mulyani pernah menyebut pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2019 akan berada level 5,08 persen. Angka tersebut jauh di bawah target APBN sebesar 5,3 persen yang dikoreksi kembali pada Juli lalu. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here