Program BPNT Biang Keladi Beras Bulog Rusak

Bulog Bulog
Komoditas Bulog Bulog. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengungkapkan, beras rusak merupakan hal yang wajar. Apalagi stok beras Bulog lumayan besar mencapai 2,2 juta ton.

“Beras sudah disimpan lebih dari enam bulan ada potensi rusak. Ditambah kualitas beras awalnya buruk, misalnya kadar air kurang dari 14%. Beras disimpan dalam tiga bulan saja bakal membusuk,” ujar Dwi kepada Indonesiainside.id, Senin (2/12)

Dia memperkirakan beras yang rusak di gudang Bulog bisa mencapai 80.000 ton. Meskipun dia kembali menjelaskan ini merupakan fenomena biasa dalam perdagangan komoditas pertanian.

Dia menambahkan, baru kali ini Bulog meminta ganti rugi ke pemerintah karena berasnya rusak. “Selama ini Bulog untung, namun sekarang dipimpin Budi Waseso Bulog merugi,” ujar Dwi.

Dwi tidak menjelaskan secara rinci terkait hal itu. “Apakah ada manajemen yang salah atau permsalahan pergantian program beras sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” tandasnya.

Padahal sebelumnya dalam program BPNT Kementerian Sosial sudah mengeluarkan surat edaran bahwa pemasok tunggal BPNT adalah Bulog. “Tapi kok di lapangan tidak jalan,” katanya.

Dwi juga mengkritik Direktur Utama Bulog Budi Waseso yang tidak mengerti soal perberasan. Dia tidak mempunyai latar belakang tata kelola pangan.

“Dirut Bulog mestinya paham tata kelola pangan, manajemen, isu pangan internasional dan produksi pertanian Indonesia. Apalagi Bulog mempunyai dua fungsi yakni melindungi petani dan konsumen. Pada akhirya dua fungsi Bulog tidak jalan,” jelasnya.

Dwi menambahkan, ada pengaruh program Rastra ke BPNT karena serapan dan penyaluran beras Bulog jelas. Serapan beras dari penggilingan padi atau dari impor, keluarnya jelas 230.000 ton per bulan untuk program Rastra.

“Mekanisme itu sekarang berubah. Alhasil kinerja Bulog terganggu karena mekanisme FIFO (First In First Out) adalah barang yang pertama kali masuk adalah yang keluar pertama kali itu saat ini tidak lagi berjalan,” pungkasnya. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

1 KOMENTAR

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here