Pertamina Percepat Pembangunan RDMP Balongan

Fasilitas Kilang Balongan. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) melaksanakan penandatanganan kontrak pengadaan Dual Feed Competition (DFC) untuk percepatan pembangunan RDMP RU VI Balongan Phase I di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu(4/12).

Penandatangan dilakukan oleh Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang bersama direktur dari Konsorsium RRE dan Konsorsium JSW disaksikan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Konsorsium REE yaitu PT Rekayasa Industri, PT Rekayasa Engineering, dan PT Enviromate Technology International. Sementara konsorsium JSW diantaranya JGC Indonesia, PT Synergy Engineering, dan PT Wijaya Karya. Kedua konsorsium ini akan berkompetisi untuk membuat Front End Engineering, design terbaik yang akan diimplementasikan pada proyek RDMP RU VI Balongan Phase 1.

Baca Juga:  Pengguna Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram Dirazia

Dual FEED Competition merupakan strategi kontrak yang menandingkan dua atau lebih praktik Front End Engineering Design (FEED) di mana kontrak Engineering Procurement, dan Construction (EPC) akan diberikan kepada pemenang FEED tersebut.

“Baru pertama ini pembangunan kilang memakai skema ini agar lebih cepat,” ujar Nicke Widyawati.

Dengan skema ini RDMP RU VI Balongan phase 1 bisa selesai lebih cepat yaitu menjadi 2,5 tahun. “Kami yakini bisa memberikan performance yang baik. Prosesnya cukup menantang dan ketat, kami mulai dari Balongan dan akan diterapkan di kilang selanjutnya. Tahap kedua yaitu Balikpapan kemudian Plaju, Dumai, dan Cilacap.

Kami juga akan lakukan ke kilang lainnya. Sekali lagi selamat kepada kedua konsorsium yang sudah terpilih,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Ignatius Tallulembang mengungkapkan, kali ini adalah salah satu milestone besar dalam implementasi DFC pada proyek RDMP RU VI Balongan Phase 1, yang dimenangkan oleh 2 konsorsium. Pengenalan akan konsep DFC di Pertamina ini berawal dari gagasan luar biasa yang dicetuskan oleh Tanri Abeng dan Archandra Tahar pada tahun 2017.

Baca Juga:  Pengguna Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram Dirazia

“Implementasi DFC adalah salah satu upaya akselerasi pelaksanaan penugasan proyek pengembangan kilang Pertamina, dan untuk memastikan DFC ini merupakan best practice yang telah banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan ternama, telah dilakuan roadshow ke beberapa reputable EPC Company di Eropa dan Amerika oleh BOD dan BOC pada Juni 2019, yang ditindaklanjuti dengan penyusunan sistem tata kerja di internal Pertamina terkait DFC”, katanya. (EP/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here