Holding Perkebunan Akan Dipangkas Jadi Lima PTPN

BUMN Perkebunan
Suasana rapat dengar pendapat Komisi IV DPR RI dengan Dirut PT Perkebunan Nusantara I sampai XIV di Kompleks DPR/MPR Senayan, Jakarta. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Guna meningkatkan kinerja perusahaan BUMN Perkebunan yang berjumlah 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) bakal dipangkas menjadi lima BUMN.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PTPN III Holding, Abdul Ghani mengungkapkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan Holding Perkebunan berencana dikurangi menjadi lima PTPN.

“Sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengurangi jumlah BUMN, kami sudah rencanakan ini dan usulkan menjadi lima yang akan diseuaikan dengan komoditas dan wilayah,” ujar dia usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR, Kamis (5/12).

Abdul menambahkan, dengan cara seperti itu tentunya perusahana akan menjadi lebih efisien. “Konsolidasi akan lebih mudah,” katanya.

Dia meyebutkan, pihaknya saat ini juga tengah fokus menyelesaikan utang berjalan. Secara total, Abdul menyebut utang seluruh PTPN mencapai Rp 36 triliun.

“Kami akan kurangi utang dengan cara optimalisasi aset. Jadi aset yang sudah tidak produktif, misal perkebunan yang ada di kota tidak bisa dibuat jadi kebun lagi, maka bisa dijadikan real estate. Kami yakin bisa selesaikan masalah yang kami hadapi dengan cara ini, aset kami besar,” jelasnya.

Selain itu, katanya, Holding Perkebunan Nusantara juga akan mengurangi jumlah rekrutmen karyawan. Karyawan yang ada, ditingkatkan kompetisinya agar dapat membawa kinerja perusahaan holding lebih efisien. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here