Skandal Penyelundupan Harley Davidson, Jokowi: Jangan Main-Main Jadi Pejabat BUMN!

Joko Widodo
Presiden RI Joko Widodo. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pejabat BUMN tidak main-main dalam menjalankan tugasnya. Apalagi memanfaatkan fasilitas atau jabatannya untuk keuntungan pribadi.

Presiden mengatakan, pemecatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (GIIA), Ari Askhara adalah sebuah peringatan keras. Ari diduga menyelundupkan motor Harley Davidson dengan menumpang pengiriman pesawat teranyar maskapai, Airbus A330-900 Neo dari Perancis.

Jokowi meminta agar kejadian seperti ini tak terulang lagi. Instruksinya berlaku juga bagi seluruh direksi BUMN yang lain. Dia berharap, seluruh direksi benar-benar serius bekerja untuk menyehatkan BUMN.

Baca Juga:  Ekonom: Gawat, Lembaga Pemberi Utang Tak Percaya Lagi dengan Pemerintah

“Menteri BUMN kemarin sudah tegas sekali. Sudah. Itu pesan untuk semuanya. Jangan main-main. Sudah,” ujar Presiden Jokowi kepada wartawan usai meresmikan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) II ruas Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/12) sore.

Menteri BUMN Erick Thohir telah memberhentikan Ari Askhara dari jabatannya. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil investigasi dari Komite Audit Garuda bahwa motor Harley yang diselundupkan dalam pesawat GA 9721 Airbus 330-900 NEO yang mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pada 17 November kemarin.

Baca Juga:  Presiden Jokowi: Vaksin RI-China Diberikan pada Masyarakat Mulai Januari

Sebagai pengganti sementara posisi Ari, Erick telah mengangkat Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko, Fuad Rizal. Dia akan bertugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT. Garuda Indonesia hingga terlaksananya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here