Komisaris Garuda dan Kementrian BUMN Resmi Berhentikan Sementara Ari Askhara

Komisaris Utama dari Garuda Indonesia, Sahala Lumban Gaol

Indonesiainside.id, Jakarta – Hari ini, Dewan Komisaris Garuda Indonesia beserta Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negera), resmi menyatakan memberhentikan sementara Dirut Garuda Indonesia bermasalah I Gusti Ngurah Askhara Danidiputra atau Ari Askhara, sesuai Surat Keputusan (SK) Dewan Komisaris No. DEKOM/SKEP/011/2019 tanggal 5 Desember 2019 dan menetapkan Fuad Rizal sebagai Plt. Direktur Utama Garuda.

“Ada dua cara pemberhentian direksi. Pertama, keputusan pemberhentian sementara oleh dewan komisaris. Kedua, pemberhentian permanen lewat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham),” ujar Komisaris Utama dari Garuda Indonesia, Sahala Lumban Gaol, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarat, pada Sabtu (7/12).

Sahala menambahkan, RUPS akan dilaksanakan 45 hari dihitung dari hari Senin besok. Menurutnya, RUPS juga akan dilaksanakan setelah Dewan Komisaris Garuda Indonesia menyampaikan surat permintaan pada OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan disetujui oleh OJK untuk memberhentikan Ari Ashkara.

Menurut Sahala, kasus dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompoton yang diduga dilakukan Ari Ashkars, dalam penerbangan very flight pesawat GA9721 jenis Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia yang datang dari pabrik Airbus Perancis pada 17 November 2019 di Soekarno Hatta tetap akan diinvestigasi. Investigasi tersebut akan dilakukan Komite Audit dari pihak dewan komisaris.

“Komisaris Garuda Indonesia dan direksi akan bekerja secepat mungkin dan diharapkan tidak akan mengganggu operasional daripada PT Garuda. Oleh karena itu, kami sudah memohon supaya semua karyawan Garuda supaya tetap melaksanakan tugasnya dalam menjaga baik nama Garuda,” tambah Sahala. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here