Jokowi Akan Luncurkan Program B30 Pertengahan November

Presiden Joko Widodo. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Banten – Salah satu upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyelesaikan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dengan menerapkan campuran biodisel 30% (B30).

Untuk itu, pemerintah akan mempercepat penerapan program mandatari B30 pada pertengahan November 2019.

“B30, sebentar lagi. Nanti tanggal 20-an kita akan launching lagi yang B30. Itu juga akan mengurangi impor minyak kita,” ujar Jokowi, Sabtu (7/112).

Menurutnya, Program ini membuat sebagian porsi minyak solar dari impor diganti oleh penggunaan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

“Dengan begitu, pemerintah bisa mengurangi volume dan nilai impor minyak. Kemudian, turut mengurangi pembayaran menggunakan devisa, sehingga defisit transaksi berjalan berkurang,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto menyebutkan melalui program B30, kebutuhan kelapa sawit terserap untuk biodiesel itu ada sekitar 10 juta kiloliter (KL).

“Artinya, itu bisa menghemat devisa mencapai USD 8 miliar atau sekitar Rp112,8 triliun dan efektif mengurangi neraca perdagangan,” ujar dia. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here