Baru Ditunjuk, Dirut Mandiri Baru Bagikan Strateginya

Konfrensi pers sesudah RUPS-LB
Konfrensi pers sesudah RUPS-LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) Bank Mandiri, Jakarta, Senin (9/11). Foto: Annisa Fadhilah/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Baru ditunjuk jadi Direktur Utama (Dirut) Mandiri, Royke Tumilaar sudah bagikan strategi memajukan Bank Mandiri. Royke mengaku, strateginya terdekat fokus pada usaha grosir dan ritel.

“Pada dasarnya, saya ridak terlalu banyak merubah kebijakan pak Tiko (Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN) karena saya termasuk tim pak Tiko juga, sehingga perencanaan strategi kedepan bentuknya kita tetapkan bersama-sama sesuai anggarana manajemen dibawah pak Tiko,” ujar Direktur Utama (Dirut) Mandiri, Royke Tumilaar, di Jakarta pada Senin (9/11).

Menurut Royke, ada beberapa strategi yang akan diterapkan, fokus pertamannya ialah kolaborasi antara grosir dan ritel. Menurut dia kolaborasi iru lebih kuat karena bisnis grosir banyak yang belum di oleh, itu akan memperkuat Mandiri karena contoh payroll client Mandiri baru 10-15% yang Mandiri garap.

“Kedua digital banking terus menerus kita jalankan, karena era digital mau tidak mau jadi kebutuhan dan bagian dari pasar nasabah kita sendiri. Tentu itu akan membantu pengeluaran kita lebih baik,” ujar Royke.

Royke menambahkan, Mandiri juga akan melihat perkembangan kondisi ekonomi. Contoh kondisi komersial banking Mandiri di perkembangan Ekonomi ke depan.

“Kita ingin juga anak usaha BSM (Bank Syariah Mandiri)dalam waktu 1-2 tahun melantai di Bursa Efek, tergantung kesiapan mereka. Tapi startegi nomor satu udah siap paling dekat. Doain saja BSM melantai,” tambah Royke. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here