Pesan Terakhir Achmad Zaky Setelah Mundur dari CEO Bukalapak

CEO Bukalapak
Perubahan komposisi di level C-Suite meliputi suksesi peran Chief Executive Officer (CEO) dari Achmad Zaky, salah satu dari tiga pendiri Bukalapak, ke Rachmat Kaimuddin sebagai CEO baru. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Achmad Zaky resmi meninggalkan kursinya sebagai CEO Bukalapak hari ini, Senin (9/12). Posisi Zaky di perusahaan e-commerce itu digantikan oleh rekanannya, Rachmat Kaimuddin.

Dengan demikian, komposisi C-Suite baru Bukalapak terdiri dari: Rachmat Kaimuddin sebagai CEO, Fajrin Rasyid sebagai Presiden dan Co-Founder, Nugroho Herucahyono sebagai Chief Technical Officer (CTO) dan Co-Founder, Willix Halim sebagai Chief Operating Officer.

Kemudian Natalia Firmansyah sebagai Chief Financial Officer, Teddy Oetomo sebagai Chief Strategy Officer, dan Bagus Harimawan yang baru bergabung di Juli 2019 sebagai Chief of Talent.

“Kami memulai Bukalapak dengan semangat pribadi untuk menciptakan dampak positif bagi UMKM. Saya bangga dalam waktu 10 tahun, Bukalapak dikenal di peta dunia sebagai e-commerce Indonesia yang terkemuka,” ujar Zaky dalam keterangan tertulis yang diterima Indonesiainside.id.

“Sekarang, kami mengajak Rachmat bergabung dengan Bukalapak karena kepemimpinannya bisa mengarahkan Bukalapak ke tingkat yang lebih hebat lagi. Saya percaya Rachmat adalah orang yang tepat, bagian dari tim yang tepat, di posisi yang tepat, dan datang pada waktu yang tepat,” imbuh Zaky.

Selepas ini, Zaky tetap berperan dan mengambil posisi strategis lainnya dalam perusahaan. Dia akan menduduki jabatan sebagai Penasihat dan Pendiri Bukalapak, Tech Startup Mentor, dan Ketua pada Yayasan Achmad Zaky yang akan segera didirikan.

Mengemban peran lebih besar sebagai Tech Startup Mentor, Achmad Zaky akan memperkokoh ekosistem teknologi Indonesia dalam bidang sains dan edukasi, pengembangan kewirausahaan. Impact investment, dan penelitian melalui Yayasan Achmad Zaky.

“Saya percaya bahwa manusia tidak boleh cepat puas atas capaiannya. Sekarang adalah waktunya untuk menciptakan dampak lebih luas lagi,” tutup Zaky. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here