CORE Jelaskan Sebab Indonesia Kalah dengan Vietnam Menanggulangi Kemiskinan

kemiskinan
Ilustrasi: Kemiskinan. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Rata-Rata Penurunan tingkat kemiskinan Indonesia kalah dengan Vietnam. Periode 2010-2016, tingkat kemiskinan Indonesia hanya turun 2 persen dengan rata-rata setahun turun 0,33 persen. Vietnam,dalam periode yang sama berhasil menurunkan tingkat kemiskinan hingga 10,9 persen dengan rata-rata 1,81 persen per tahun.

Kemiskinan Indonesia tahun 2016 sama dengan Thailand di Tahun 1992 dan Vietnam di sekitar 2008-2010. Bahkan, tingkat kemiskinan Vietnam pada tahun 2008—2010 dicapai saat pendapatan per kapita Vietnam hanya 42 persen dari pendapatan per kapita Indonesia Tahun 2018.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Hendri Saparini menjelaskan mengapa Indonesia bisa tertinggal dari Vietnam dalam masalah pengentasan kemiskinan. Dia sepakat bahwa angka kemiskinan Indonesia menurun itu betul, tapi masalahnya bukan itu.

“Yang jadi pekerjaan rumah adalah bagaimana mereka yang di atas garis kemsikinan yang jumlahnya sangat besar. Itu yang menjadi PR bagi Indonesia,” ujarnya kepada Indonesiainside.id.

Hendri menjelaskan, pemerintah tidak cukup hanya dengan memberi bantuan sosial demi untuk menurunkan angka kemiskinan. Sementara, pada sisi lain ketahanan pendapatan masyarakat juga tidak berubah. Mereka akan kembali menjadi miskin jika angka subsidi dicabut.

Hendri menjelaskan, pemerintah mestinya memiliki strategi dan kebijakan yang bisa melakukan lompatan terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan membuka banyak lapangan kerja dan memperkuat ekonomi yang menjadi basis pekerjaan masyarakat Indonesia, seperti pertanian.

“Kalau tidak miskin bisa dikasih bantuan, tapi agar pendapatannya meningkat bisa dengan memberikan lapangan pekerjaan. Biar bisa bekerja marketnya juga diciptakan. Jika sebagian besar pendidikan rendah, di pertanian ya diciptakan,” tuturnya.

Kebijakan inilah yang dilakukan pemerintah Vietnam, termasuk juga China dalam menanggulangi kemiskinan di negara mereka. Sektor pertanian dibangun, pasar dibuka dan subsidi bagi pekerja di sektor ini terus digulirkan.

“Setelah itu setelah produksinya berlebih mereka bantu ekspor, betul-betul ada kebijakan dari pemerintahnya, mereka terus dibantu. Jadi tidak hanya mengeluarkan masyarakat menjadi tidak miskin tapi menciptakan kelas menengah baru,” katanya. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here