Pembangunan ‘Jokowinomics’, Pengamat: Sah-Sah Saja

Presiden Jokowi Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Sejak masa kepemimpinan Presiden Jokowi Jilid I, tidak sedikit media asing yang menyebut pembangunan besar-besaran yang dilakukan Jokowi dengan sebutan Jokowinomics. Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif dan Pendiri Indo Barometer, M. Qodari, menuturkan hal itu dilakukan Jokowi untuk membentuk koalisi yang besar.

Hal itu, kata Qodri, terbukti dengan terbentuknya kabinet Indonesia Maju, dimana rival dan partai politik oposisi turut bergabung dalam koalisi Jokowi. “Saya melihat Jokowi membangun koalisi besar juga karena dia ingin membangun keputusan-keputusan yang besar,” ucapnya kepada Indonesiainside.id, Sabtu (14/12).

Baca Juga:  Jokowi: APBD Masih Banyak Tersimpan di Bank hingga Rp170 Triliun

Qodari lalu membeberkan apa-apa saja terkait hal tersebut, yaitu dengan membentuknya Omnibus Law, melakukan pemindahan ibukota negara, dan melawan radikalisme. Menurut dia, masuknya Prabowo juga disinyalir sebagai bentuk usaha Jokowi, untuk menangkal berbagai kejahatan yang selama ini sudah lama bersarang di demokrasi Indonesia. “Jika Prabowo ada di luar koalisi, itu bisa berpengaruh pada stabilitas politik,” kata dia.

Ketika ditanya apakah hal itu dapat mengganggu tatanan demokrasi, Qodari menjawab itu suatu keabsahan. “Itu sah-sah saja,” imbuhnya.

Jika berbicara check and balances, dia menilai pemerintah saat ini masih mempunyai check and balances. Pengamat politik itu menegaskan bahwa tidak semua partai politik maauk pemerintah, meskipun jumlahnya minoritas.

Baca Juga:  Isi Pidato Presiden Jokowi Pada Sidang Tahunan MPR RI

Dia berpendapat, pemerintah masih memiliki instrumen-instrumen lain. Dia menyebutkan instrumen tersebut dapat berupa media massa dan kelompok-kelompok masyarakat.

“Tidak semudah itu juga. Buktinya kemarin pemerintah mau merevisi UU, lahir juga protes dari masyarakat dan melahirkan satu kekuatan baru,” jelas Qodari. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here