Pengamat: Saya Wanti-Wanti Kepada Ahok

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Eksekutif dan Pendiri Indo Barometer, M. Qodari, mengatakan adanya ‘blunder’ politik yang terjadi dalam proses demokrasi di Indonesia. Adapun salah satu blunder tersebut, kata dia, berupa isu SARA. Dia memberikan satu contoh yang terjadi pada kasus BTP atau Ahok yang terjadi pada tahun 2017.

“Saya wanti-wanti sekali dengan Ahok. Dia memang bukan kepala daerah, tapi dia komisaris utama,” ucap dia kepada Indonesiainside.id, Sabtu (14/12).

Menurut Qodari, komisaris utama terdapat dua sisi yaitu sisi swasta dan sisi publik, terlebih Pertamina merupakan BUMN. Dia mengkhawatirkan track record Ahok yang tidak bisa menahan diri.

“Oleh sebab itu, saya sarankan pada Ahok untuk jangan ngomong langsung pada media massa,” katanya

Dia menyarankan agar Ahok mempunyai juru bicara atau corporate communications. Hal tersebut, ungkap Qodari, adalah sebagai salah satu cara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kasus yang menimpanya.

Selain blunder politik berupa isu SARA, Qodari juga membeberkan hal lain, yaitu berupa pembahasan tentang undang-undang yang bersifat kontra. Dia menilai, pemerintah melakukan blunder politik dengan mengumpulkan aturan-aturan yang bersifat kontra dalam satu titik yang bersamaan.

“Demo-demo yang kemarin terjadi, bahkan tidak hanya di ibukota saja, itu adalah pesan atau indikasi dari jenis-jenis permasalahan yang menimbulkan stabilitas dalam skala luas,” jelasnya. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here