Perang Dagang AS dan Cina Berakhir Damai, Rupiah Justru Melemah

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (16/12) pagi terkoreksi, seiring pelemahan mata uang regional Asia. Hal itu terjadi merespons kesepakatan perjanjian dagang fase pertama antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Sentimen positif damainya perang dagang dinilai justru memperkuat posisi dolar AS.

Pada pukul 9.26 WIB, rupiah melemah lima poin atau 0,04 persen menjadi Rp13.995 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.990 per dolar AS.

“Mata uang kuat Asia yen, dolar Hong Kong, dolar Singapura kompak dibuka melemah terhadap dolar AS, tetapi euforia terhadap kesepakatan dagang bisa membuat dolar AS melemah dan rupiah menguat,” kata Kepala Riset Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin (16/12).

Kesepakatan dagang AS-China disetujui pada Sabtu (14/12) lalu. AS akan mengurangi tarif dan menunda pengenaan tarif untuk barang-barang impor China senilai 160 miliar dolar AS dan China akan membeli barang-barang AS lebih banyak.

“Kesepakatan dagang ini positif untuk ekonomi global,” ujar Lana.

Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.970 per dolar AS hingga Rp13.990 per dolar AS.(*/Dry/Ant)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here