Kesepakatan Dagang AS dan China Bisa Angkat IHSG Lanjutkan Reli

IHSG
Pantauan petugas IHSG, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (4/12). Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan pada perdagangan Senin (30/12). Pada pembukaan hari ini, IHSG tercatat naik tipis 0,1 persen menjadi 6.330,73 setelah pada Jumat pekan lalu terus reli dengan kenaikan 0,15% ke posisi 6.329,31.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas menilai optimisme ditopang oleh kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan China yang akan segera menandatangani kesepakatan dagang fase pertama pada awal Januari 2020. Termasuk berlanjutnya aksi window dressing menjelang tutup tahun 2019.

Selain itu, menguatnya mayoritas harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, timah, dan batubara akan menjadi tambahan katalis positif bagi indeks. “IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6.300 dan resistance di level 6.360,” tegas Tim Analis Indo Premier dikutip Senin (30/12).

Solidnya data laba industrial China pada bulan November menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu aksi profit taking investor menjelang libur akhir tahun menjadi katalis negatif di pasar.

Dow Jones ditutup menguat tipis 23 poin (+0,08%) pada level 28.645, S&P500 bertambah 0,11 poin (+0,00%) pada level 3.240, Nasdaq terkoreksi -15 poin (-0,17%) pada level 9.006. EIDO ditutup melemah tipis 0,04 poin (-0,16%) pada level 25,68. Pagi ini indeks di bursa Asia dibuka melemah sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dibuka menguat tipis +4 poin (+0,03%) pada level Rp13.947.

Sementara, Reliance Sekuritas Indonesia memaparkan, saham-saham pertanian (+2.89%) embali memimpin penguatan sektoral dengan saham BWPT (+13.43%), SSMS (+6.88%), AALI (+2.84%) dan LSIP (+2.44%) naik signifikan. Produsen CPO masih optimis pasca data volume import India meningkat untuk CPO dari Indonesia dan pemerintah yang kembali memberikan bea export CPO di angka nol persen. “Pergerakan mayoritas saham di IHSG cenderung sepi mendekati pergantian tahun ke 2020 dimana perdagangan menyisakan satu kali ditahun ini pada hari senin depan,” kata Analis dikutip Senin (30/12).

Reliance Sekuritas melihat, investor asing tetap optimis dengan melakukan aksi beli bersih sebesar 296.77 Miliar rupiah dimana saham BBRI, BMRI dan BBCA masih menjadi top net buy value investor asing. Pergerakan IHSG terus melanjak mendekati level resistance 6350 dan upper bollinger mbands di level 6370 secara teknikal.

Indikator stochastic dan RSI bergerak telah cukup tinggi berada pada area jenuh beli sehingga menandakan pergerakan akan lebih terbatas sebelum adanya koreksi jangka pendek. Mereka memperkirakan IHSG masih akan bergerak terkonsolidasi di akhir perdagangan tahun 2019.

“Dengan pengujian target resistance 6350 pada support resistance 6300-6350. Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya; CPIN, BBTN, BNGA, BNLI, DMAS, ADHI, WIKA, MNCN, MAPI,” kata Analis. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here