Tak Ingin CAD Tertekan, ESDM Tolak Opsi Impor Gas Industri

Arifin Tasrif
Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Jakarta. Foto: Annisa Fadhilah/Indonesianside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyatakan tidak akan mengambil langkah membuka impor gas industri untuk menekan harga. Dia memilih pengendalian harga dengan dua skema.

Skema tersebut yakni mengurangi porsi Pemerintah dari kegiatan operasi migas kontrak kerja sama (K3S) sebesar US$ 2,2 per mmbtu. Kedua mewajibkan K3S memasok gas untuk domestic market obligation (DMO).

“Dari 3 alternatif (yang disampaikan presieen, kita ambil poin satu dan dua untuk kita evaluasi, bagaimana pelaksanaannya bisa gabungan,” ujar dia kemarin di Kementerian ESDM, Jakarta.

Arifin menilai, penurunan porsi pemerintah memang ada yang harus disesuaikan di samping mengamankan kebutuhan dalam negeri. Sedangkan DMO dianggap penting karena bisa menghambat impor.

Kementerian tak ingin membuka impor gas untuk swasta agar derisit neraca berjalan (CAD) tak tertekan. Jika CAD tertekan, tentu akan mempengaruhi nilai tukar rupiah.

“Impor ini kita akan menghadapi masalah lain yaitu defisit current account. Kalau current account kita meningkat terus defisitnya, akan berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah. Ini kita tidak mengharapkan,” ujar Arifin.

Sebagai tindak lanjutnya, Pemerintah tengah melakukan pemetaan, perhitungan biaya serta tata kelola gas. Sehingga nantinya dapat dihasilkan keuntungan yang wajar bagi pengusaha, harga yang kompetitif serta sekaligus mendorong produksi nasional.

“Kita melakukan pemetaan-pemetaan dulu saat ini, dimana sumber-sumber gas itu, bagaimana cost-nya, bagaimana tata kelola gasnya dan kemudian kita lihat bagaimana cost-cost itu bisa disesuaikan,” kata Arifin.

Meski demikian, dia menyatakan agar profit swasta tak tergulung karena harga gas industri melambung. Pemerintah, lanjutnya, bisa mendapatkan gas yang kompetitif sehingga bisa mendorong produksi industri nasional agar lebih efisien dalam memproduksi barangnya dan dapat bersaing di pasar internasional. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here