Impor Gula Mentah Ditetapkan 3,2 Juta Ton, Petani: Itu Kebablasan

Impor gula mentah
Seorang petugas yang memeriksa impor gula mentah di gudang. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Umum DPN Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen, mengungkapkan impor gula mentah (raw sugar) 3,2 juta ton itu merupakan kebijakan yang kebablasan. Pemerintah diminta untuk menghitung ulang kebutuhan gula mentah secara riil, jangan sampai berlebihan dan mendistorsi pasar.

“Kita sependapat dengan Menteri Perindustrian kalau kita butuh impor gula mentah untuk industri. Tapi bukan berarti kita terus boleh impor sebanyak itu,” kata dia kepada Indonesiainside.id, Minggu (12/1).

Soemitro mengakui bahwa masih membutuhkan impor karena gula untuk konsumsi saja masih kurang. “Cuma jangan itu dijadikan alasan untuk mengimpor jauh di luar kebutuhan,” tandasnya.

Menurutnya, impor raw sugar 3,2 juta ton itu tidak didasari pada perhitungan yang matang. “Dampaknya nanti pada banjirnya gula ke pasar komsumen. Perhitungan. Jadi kebutuhan impor gula 3,2 juta ton harus dikoreksi,” kata dia.

Soemitro mengungkapkan, dalam perhitungannya bahwa kebutuhan gula setahun 2,6-2,8 juta ton. Meskipun, katanya, realisasi impor raw sugar tiap tahun tidak mencapai target. Pada tahun 2018 dari rencana impor sebanyak 3,6 juta ton, namun hingga Oktober baru terealisasi 1,55 juta ton.

“Akibat rendahnya realiasi impor pemerintah akhirnya menurunkan target menjadi 3,15 juta ton. Padahal itu sudah masuk bulan Oktober, maka sisa impor sekitar 1,5 juta ton. Sedangkan kebutuhan gula industri dua bulan sebelum tutup tahun sekitar 400.000 ton,” ungkap dia.

Ditambah pada Januari 2019 dikeluarkan lagi kuota impor tambahan sebesar 1,25 juta ton. “Indonesia memang kekurangan gula dan tidak bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri. Tapi kita harus menghitung stoknya. Jadi selama ini kita asal impor,” ujar dia.

Pada tahun 2019 impor ditetapkan sekitar 2,8 juta ton. kemudian pada semenster II diturunkan lagi menjadi 2,55 juta ton. Alhasil selama tahun 2019 stok gula rafinasi mencapai 3,6 juta ton. angka diperoleh dari sisa stok tahun 2018 sebanyak 2,4 juta ton dan akhir tahun 2019 sebesar 1,2 juta ton.

“Pertanyaannya apakah gula sebayak itu bisa habis dikonsumsi. Sementara kebutuhan gula industri dalam negeri sekitar 2,6-2,8 juta ton. Berdasarkan perhitungan stok gula 3,6 juta ton dikurangi kebutuhan 2,6 juta ton, maka ada sisa stok 1 juta ton,” jelas dia.

Dia menambahkan, semestinya kuota impor gula mentah tahun ini sekitar 1,8 juta ton. “Apabila nanti kurang bisa ditambah lagi kuotanya. Tapi jangan dipatok kuota impor mencapai 3,2 juta ton,” katanya. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here