Sutra Masih Menjadi Primadona Sulsel, Wajo dan Soppeng Dijadikan Sentra

Hasil produksi kain Sutra Sulsel

indonesiainside.id, Makassar –  Hingga saat ini, sentuhan sutra masih menjadi primadona. Baik di kalangan remaja maupun orang tua.

Bukan hanya itu, busana berbahan dasar sutra juga kerap kali mencuri perhatian masyarakat dari seluruh penjuru tanah air. Bahkan sejumlah desainer top di Indonesia berlomba menciptakan gaya busana bermotif etnik ini, dengan menggunakan kain sutra sebagai bahan dasar.

Seperti pada acara International Woman’s Exhibition (Femme) yang belum lama ini dilaksanakan di Sulsel. 10 desainer lokal dan nasional ikut pada kegiatan tersebut. Mereka menciptakan kreasi dengam menggunakan bahan dasar kain sutra dari Kabupaten Sengkang ini.

Tidak heran, untuk menjaga kejayaan sutra, Pemerintah Provinsi anggarkan sebesar Rp18 miliar untuk mengembangkan sentra produksi sutra.

Anggaran tersebut akan  digunakan pada seluruh proses pembuatan sutra. Mulai dari budi daya ulat sutra, pembuatan kokon, pemintalan benang, desain, quality kontrol, pengembangan tenaga ahli, hingga proses pemasaran.

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil, menjelaskan, khusus untuk produksi sutra, rencana anggaran ada di Dinas Perindustrian, yang dialokasikan Rp 11,6 miliar. Sedangkan sisanya dialokasikan Dinas Kehutanan Sulsel.

Ahmadi menyebutkan, anggaran sebesar Rp11,6 miliar di Dinas Perindustrian akan digunakan untuk membangun rumah produksi di Kabupaten Wajo dan Soppeng yang dilengkapi mesin pemintal, pengembangan SDM, hingga pembangunan rumah kokon.

“Kita akan fokus pada hulu industri sutra melalui Dinas Kehutanan. Mulai dari penanaman murbei, rumah ulat, hingga pengadaan traktor dan sumur bor untuk menjamin ketersediaan kokon,” katanya.

Kata dia, dengan langkah tersebut maka bisa menghasilkan sutra dengan benang yang dihasilkan sendiri. Sehingga tahun ini, tidak lagi ada impor benang.

Kabupaten Wajo dan Soppeng menjadi dua daerah yang akan menjadi fokus sentra pengembangan sutera di Sulsel.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here