Banjir Garam Impor, Laba PT Garam Ikut Anjlok

impor garam
Aktivitas petani di tambak garam. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Banjir garam impor tidak hanya membuat harga jatuh di tingkat petani, PT Garam juga mengalami kerugian.

Direktur Utama PT Garam (Persero), Budi Sasongko mengungkapkan, pemerintah kembali membuka impor garam sekitar 2,9 juta ton untuk industri. “Dampaknya psilogisnya harga garam di tingkat petani anjlok dan perusahaan juga mengalami kerugian,” ujar Budi di Gedung DPR, Selasa (21/1).

“Perusahaan juga mengalami penurunan harga jual. PT Garam dari target rata-rata harga tahun yang lalu sekitar Rp 1.200 per kilogram, tahun ini hanya bisa menjual rata-rata Rp 600 per kg,” jelasnya.

Dia menyebutkan, harga garam di Indramayu sekitar Rp 300 per kg dan Madura sekitar Rp 400 per kg. Sedangkan PT Garam menjual garam pada akhir Desember tahun lalu Rp 590 per kg.

Budi menjelaskan, harga garam mulai turun sejak tahun lalu lantaran pemerintah melakukan impor garam sekitar 2,7 juta ton. “Imbasnya laba perusahaan turun, padahal pada tahun sebelumnya mengalami kenaikan. Tahun lalu perusahaan hancur, meskipun penjualan ada peningkatan,” ujar dia.

Laba bersih PT Garam di tahun lalu tercatat hanya sebesar Rp12,1 miliar atau menurun dari 2018 yang mencapai Rp131 miliar.

Padahal, kata dia, dari sisi penjualan PT Garam mengalami pertumbuhan cukup signifikan dibandingkan tahun 2018. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here