Dirut Garuda: Mungkin Tak Semua Orang Bisa Naik Garuda tapi Perusahaan Bisa Untung

Bos baru Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. Foto: instagram

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berjanji akan mengupayakan harga tiket pesawat mencapai titik harga yang wajar atau reasonable. Namun, dia perusahaan juga harus untung.

“Kita harus ketemu satu titik di mana harga itu harus reasonable. Reasonable ini artinya tidak semua orang mungkin bisa naik Garuda Indonesia tapi bisa membuat perusahaan ini dapat untung, bisa mengurangi cicilan, dan berkembang karena Anda ingin melihat Garuda Indonesia ini bertahan selamanya,” ujar Irfan Setiaputra di Jakarta, Rabu malam (22/1).

Meski baru menjabat, Irfan mengaku sudah menerima banyak masukan terkait harga tiket yang murah. Permintaan ini bukan hanya perhatian individu namun juga menjadi perhatian pemerintah di mana harga tiket yang mahal menimbulkan korban.

“Tapi kalau kemudian harganya menjadi murah maka Garuda yang akan menjadi korban. Kalau maskapai terus menerus alami kerugian apakah bisa jalan? Hal ini nanti bisa mengorbankan segala macam termasuk layanan, dan yang paling mengerikan adalah mengkompromikan keamanan dan keselamatan,” katanya.

Kalau pun harga tiket murah, dan perusahaan ternyata rugi, hanya ada satu solusinya. Perusahaan harus disuntik dengan dana masuk.

“Kalau sudah menghadapi kondisi seperti itu saya sebagai CEO rasanya malu hati juga kalau begitu,” ujar Dirut baru Garuda tersebut.

Sebelumnya pemerintah menyatakan terus berupaya menekan harga tiket pesawat untuk mendukung sektor pariwisata. Sejak kenaikan harga tiket, pariwisata 2019 tidak bergairah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengaku terus berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengkaji masalah tersebut dan mencari solusinya.

Meski demikian, Wishnutama mengatakan upaya itu bukan perkara mudah. Menurut dia, masalah harga tiket pesawat yang tinggi itu sangatlah kompleks karena dipengaruhi banyak faktor.

Peneliti Indef Rizal Taufikurahman menilai harga tiket pesawat udara yang dinilai mahal oleh masyarakat karena masih tingginya permintaan. Kondisi itu membuat maskapai penerbangan berupaya mengambil kesempatan meraup keuntungan dengan menaikkan harga.

Dia berharap pemerintah dapat menemukan solusi atas mahalnya harga tiket pesawat mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan. (Aza/Ant)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here