Dirut Baru Garuda: Direksi Lama Masih Diperlukan untuk Memotivasi Pihak Internal

Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Utama (Dirut) baru Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan tak mempermasalahkan orang-orang direksi lama di bawah kepemimpinannya. Dirinya mengaku masih memerlukan orang lama di jajaran direksi.

“Kami memerlukan orang lama, ini pun keputusan pemegang saham. Kalau orang luar semua nanti mematikan motivasi internal Garuda sendiri,” ujar Irfan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1).

Irfan mengaku tak ingin terlalu memikirkan permasalahan yang lalu, yang sempat menimpa Garuda Indonesia. Dia hanya fokus meningkatkan citra dan kinerja.

“Masa lalu seharusnya kita tidak lihat. Presiden Direktur harus lihat ke depan. Pengalaman saya, kalai sering lihat ke belakang nanti jatuh, yang belakang biar urusan yang belakang,” tambah Irfan.

Ada tiga orang dari susunan direksi lama yang masih menjabat hingga sekarang ialah Fuad Rizal ditunjuk menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Sebelumnya, Fuad juga sempat ditunjuk menjadi Plt. Dirut Garuda Indonesia.

Selanjutnya, Tumpal Manumpak Hutapea sekarang ditunjuk sebagai Direktur Operasi. Dia menggantikan Bambang Adi Surya.

Aryaperwira Adileksana kini didapuk menjadi direktur human kapital. Dia menggantikan Heri Akhyar.

Berikut daftar nama jajaran direksi dan komisaris terbaru dari Garuda Indonesia:

Komisaris
1. Komisaris Utama: Triawan Munaf
2. Wakil Komisaris Utama: Chairal Tanjung
3. Komisaris Independen: Yenny Wahid
4. Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan
5. Komisaris: Peter F Gontha

Direksi
1. Direktur Utama: Irfan Setiaputra
2. Wakil Direktur Utama: Dony Oskaria
3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fuad Rizal
4. Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea
5. Direktur Human Capital: Aryaperwira Adileksana
6. Direktur Teknik: Rahmat Hanafi
7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT: Ade R. Susardi
8. Direktur Niaga dan Kargo: M. Rizal Pahlevi

(PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here