Pembentukan Holding Asuransi Terganjal Peraturan Pemerintah

Arya Sinulingga
Staf Khusus Media Komunikasi dari Kementerian BUMN, Arya Sinulingga. Foto: Annisa Fadhilah/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk perusahaan induk (holding) asuransi guna menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Namun hingga kini holding belum terbentuk karena terganjal peraturan pemerintah (PP).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan, nasabah berkeinginan uangnya kembali. Bulan sepuluh dibuka kasusnya kita kerjar bulan sebelas dan bulan Desember kita mebuat skema. Sekarang sudah kita kerjakan dan langsung dapat solusi,” ungkap dia, Jumat (24/1).

Pertama, pembentukan holding asuransi agar mendapatkan dana. Namun ini membutuhkan proses karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, mengubah perusahaan asuransi yang masih berstatus perusahaan umum (Perum) ke bentuk perseroan terbatas (PT).

“Saat ini Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) itu bentuknya perum. Gak bisa langsung melebur jadi holding karena harus diubah menjadi perseroan terbatas,” ujar dia.

Untuk itu, Kementerian BUMN sedang membuat PP untuk mengubah Jamkrindo dari Perum menjadi PT. “Jadi kerjanya cepat dan harian. Sesudah Jamkrindo jadi perseroan, langsung membuat PP holding asuransi ini,” ungkap Arya.

Menurutnya, aturan holding lebih rumit karena dalam bentuk PP. “Bukan Keputusan Menteri (Kepmen), Peraturan Presiden (Perpres), akan tapi PP,” ujar dia.

Untuk itu, dia meminta para regulator untuk membantu penyelesaian PP holding asuransi. “Kita harapkan bantuan seceaptnya dari semua regulator untuk membantu proses pembentukan holding asuransi,” ungkap dia.

Dia menegaskan ini merupakan komitmen pemerintah Joko Widodo untuk menyelesaikan masalah Jiwasraya. “Kami berharap dalam waktu dekat kuartal I 2020 dana terkumpul. Mudah-mudahan kalau semua urusan surat dan kertas berupa regulasi beres, kuartal II tahun ini uang bisa dibagikan ke nasabah,” terangnya.

Meskipun, diakuinya, belum semua nasabah mendapatkan pengembalian uangnya dari Jiwasraya. Tahap kedua membuat anak usaha PT Asuransi Jiwasraya ini bisa memasukan investasi dari luar. “Minimal kuartal I juga sudah bisa masuk dan itu uangnya triliunan,” jelas dia.

Ketiga, akan melakukan restrukturisasi hutang Jiwasraya kepada para nasabah dan investor. “Itu mekanismenya bisa dicicil atau lewat panitia kerja (panja) DPR agar perusahaan diberikan Penyertaan Modal Negara (PMN),” tambahnya. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here