Kayu ‘Sakti’ Bajakah Tak Dilarang Keluar Kaltim, Jadi Oleh-oleh Obat Kanker, Asal Miliki Sertifikat Karantina

Kayu Bajakah yang berkhasiat sebagai obat kanker, masih kerap dicari dan dibawa ke luar Kaltim sebagai oleh-oleh.

Indonesiainside.id, Samarinda – Setelah tersohor sebagai kayu yang bisa menyembuhkan kanker, akar kayu Bajakah ternyata terus dicari untuk menyembuhkan beberapa penyakit mematikan.

Di Kalimantan Tengah, sejak booming sebagai obat herbal anti kanker, Pemprov Kalteng melarang keluarnya kayu yang berbentuk akar-akaran ini, dibawa ke luar daerah menggunakan jasa pengiriman udara. Bagitupun jika ada penumpang pesawat yang membawa kayu ini dalam penerbangan.

Menurut Kepala Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda, melalui Kepala Seksi Pelayanan dan Operasi Bandara APT Pranoto, Rora Ardian menjelaskan tidak ada larangan untuk membawa kayu Bajakah ke dalam penerbangan udara. Namun, tegasnya, kayu tersebut harus memiliki surat jalan atau sertifikat dari Balai Karantina setempat.

“Kayu Bajakah , termasuk target Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang lalu lintasnya diawasi karena dicurigai dapat membawa hama tanaman sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31 Tahun 2018. Sehingga wajib melalui pemeriksaan dan izin dari pihak karantina tumbuhan yang ada di setiap bandar udara,” jelasnya.

Selain Kayu Bajakah, jelas Rora, buah durian dan olahan durian sebenarnya juga dilarang untuk dibawa ke dalam penerbangan. Namun, tegasnya, ada kebijakan mendasari pertimbangan standar packing dan wrapping kemasan yang memenuhi standar.

“Jika kemasannya baik, rapi dan tidak mengeluarkan bau, sehingga tidak menimbulkan gangguan kenyamanan bagi penumpang dan kru udara, sebenarnya diperbolehkan untuk dibawa,” jelasnya.

Terkait kayu Bajakah, Koordinator Fungsional Karantina Hewan Stasiun Karantina Klas I Samarinda, Pradipta Hendra Saputra membenarkan jika membawa kayu Bajakah melalui bandar udara memerlukan surat jalan.
“Prosesnya cepat kok, tidak lama. Penumpang hanya perlu membawa kayu Bajakah untuk diperiksa, apakah membawa hama tanaman. Jika tidak ada persoalan, maka kayu tersebut dapat dibawa ke luar Kaltim,” jelasnya melalui aplikasi percakapan Whats App, Rabu (12/2).

Menurutnya, tidak ada larangan membawa kayu Bajakah ke luar Kaltim dalam jumlah yang wajar. Apalagi sebagai oleh-oleh obat herbal. Namun, untuk dapat dibawa dalam penerbangan udara, obyek barang harus memiliki izin.

“Silahkan temui karantina di setiap bandara, lalu minta surat perjalanan barang dengan menunjukkan identitas pembawa barang. Setelah kita cek fisik barang, sertifikatnya segera keluar. Tidak lama prosesnya,” ucapnya.(YAN)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here