Kadin Prediksi Pendapatan Pariwisata Nasional Turun Rp174,5 Triliun

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pariwisata, Kosmian Pudjiadi. Foto: pudjiadiprestige

Indonesiainside.id, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memprediksi penurunan pendapatan sektor pariwisata sebesar Rp174,5 triliun akibat virus corona. Angka ini didapat dari potensi belanja wisatawan macanegara atau wisman (Rp137 triliun) dan wisatawan nusantara atau wisnus (Rp37,5 triliun).

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pariwisata, Kosmian Pudjiadi mengatakan Industri pariwisata nasional harus diselamatkan dari dampak wabah mematikan ini. Efek domino akibat epidemi ini menyasar hampir semua sektor industri dari mulai UMKM hingga Industri besar dan semua lapisan masyarakat.

Dia menjelaskan, berdasar data yang dihimpun Kadin, dia memperkirakan total penurunan wisman mencapai 6, 3 juta kunjungan atau 19 juta roomnights.  Sehingga total wisman dari yang sebelumnya mencapai 16 juta di tahun 2019 akan menjadi 10 juta kunjungan.  “Jika ave spending (pengeluaran rata-rata) 1000 dollar AS, maka akan ada loss forex sebesar 10 milyar dollar AS,” ujar dia di Jakarta, Jumat (14/2).

Sementara penurunan turis domestik diperkirakan dari sekitar 270 juta kunjungan akan turun 20 persen atau sekitar 50 juta kunjungan dengan ave stay (rata-rata tinggal) 1,5 malam, dengan total 75 juta roomnights. Jika ave spending Rp 500.000, maka akan ada loss Rp37,5 triliun.

Kadin, telah merumuskan beberapa usulan sebagai langkah antisipasi dampak wabah corona pada industri pariwisata. Untuk wisman, Kadin mengusulkan agar BPPI (Badan Promosi Pariwisata Indonesia) yang dibentuk berdasarkan UU no 10 tahun 2009 tentang Pariwisata diaktifkan kembali.

“BPPI untuk menampung dana promosi dan insentif pariwisata dari semua Kementerian dan Pemerintah Daerah, minimal 2,5 persen dari pajak daerah hotel dan restoran. Selain itu juga BPPI melakukan promosi, insentif  dan event pariwisata,” ungkap Kosmian. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here