Kelanjutan Kerja Sama dengan OYO dan RedDoorz, Kementrian Keuangan Belum Bisa Mengonfirmasi

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dari Kementerian Keuangan, Encep Sudarwan. Foto: ANTARA

Indoensiainside.id, Jakarta – Pihak dari Kementerian Keuangan memberi sinyal iya soal rencana kerja sama pemanfaatan aset negara dengan dua startup perhotelan yaitu OYO dan RedDoorz. Meskipun saat ini kementrian belum bisa mengkonfirmasi kelanjutan rencana kerja sama itu.

“Saya belum dapat info, mungkin sudah. Namun saya belum tahu info lebih rincinya,” jawaban dari Direktur Barang Milik Negara, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dari Kementerian Keuangan, Encep Sudarwan, di Kantor DJKN, Jakarta, Jumat (14/2).

Rencana kerja sama itu sebelumnya diungkapkan Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwarta, akhir 2019. Dia sempat mengatakan wacana kerja sama dengan OYO dan RedDoorz untuk mengelola Rp 6.000 triliun aset negara yaitu hotel milik BUMN.

Namun Encep mengatakan kerja sama OYO dan RedDoorz ini harus memenuhi sejumlah syarat dan ketentuan. Pertama, persoalan pajak, kedua perusahaan status hukum keduanya juga harus jelas.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata melalui Asisten Deputi Investasi, Hengki Manurung mengaku akan bertemu dengan pengusaha penginapan murah OYO dan RedDoorz. Hal ini dilakukan untuk mengetahui arah bisnis penginapan yang saat ini masih campur aduk.

Padahal, usaha akomodasi seperti penginapan wajib memiliki perizinan akomodasi dan tanda daftar usaha pariwisata. Serta membayar pajak Saat ini OYO dan RedDoorz mencampur adukkan antara bisnis kos-kosan dan bisnis penginapan melalui market place. Otomoatis dari hal pajak itu merugikan negara karena mencampurkan bisnis kos-kosan dan bisnis penginapan. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here