Pariwisata Jepang dan Thailand Merana Gara-Gara Corona

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Pendapatan pariwisata Jepang dan Thailand disebut akan anjlok pada kuartal pertama 2020 imbas virus corona. Penurunan disebabkan wisatawan asal Cina terisolasi akibat epidemi ini. “Jepang dapat kehilangan pendapatan pariwisata sebesar USD1,29 miliar (Rp17 triliun), diikuti oleh Thailand sebesar USD1,15 miliar (Rp15 triliun),” tulis Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dikutip Jumat (14/2).

Badan tersebut juga mencatat bahwa dampak virus corona diperkirakan akan lebih besar dibanding epidemi SARS tahun 2003. Sebab penyebaran yang cepat dan jumlah korban yang lebih tinggi.

Pada sisi lain, tingkat pembatalan penerbangan global yang lebih besar juga terjadi. Faktor muatan penumpang musiman menjadi faktor penurunan lainnya, mengingat bahwa lalu lintas udara internasional Cina meningkat dua kali lipat, dan lalu lintas domestik meningkat lima kali lipat, sejak periode 2003.

“Ini adalah angka awal dan perkiraan, kami belum memperhitungkan penilaian yang lebih komprehensif tentang dampak ekonomi dan tidak langsung yang paling menentukan,” kata ICAO.

Sejauh ini, ICAO melaporkan sekitar 70 maskapai penerbangan telah membatalkan semua penerbangan internasional ke dan atau dari Cina daratan. Sementara 50 maskapai lainnya telah membatasi operasi udara terkait.

“Hal ini mendorong pengurangan 80 persen kapasitas maskapai asing untuk pelancong langsung ke dan atau dari Cina, dan pengurangan kapasitas 40 persen oleh maskapai Cina,” tulis ICAO.(PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here