Penerbangan Global Rugi Hingga Rp70 Triliun Karena Virus Corona

Petugas memeriksa tiket penumpang pesawat maskapai China Southern Airlines tujuan Guangzhou, China, di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) memprediksi penurunan pendapatan maskapai secara global karena epidemi virus corona hingga 41 persen pada kuartal pertama 2020. Dengan kata lain ada potensi kehilangan 19,6 juta penumpang.

“Ini sama dengan potensi pengurangan pendapatan operasi bruto USD4 hingga USD5 miliar untuk maskapai di seluruh dunia,” tulis ICAO dalam pernyataanya dikutip Jumat (14/2).

Jika dirupiahkan, nominal tersebut setara dengan Rp70 triliun dengan kurs Rp14.000. ICAO mengatakan, penurunan terjadi karena kebijakan larangan perjalanan pada konektivitas udara internasional.

Baca Juga:  Tonggak Sejarah Suram Amerika, Infeksi Virus Corona Capai 5 Juta Kasus

Estimasi tersebut naik 2 persen dari perkiraan sebelumnya bahwa kuartal pertama tahun 2020 akan terjadi pengurangan keseluruhan berkisar dari 39 persen. Sementara, dari segi jumlah penumpang, sebelumnya diprediksi anjlok 16,4 juta.

Perkiraan di atas tidak termasuk dampak potensial karena pengurangan pergerakan angkutan udara internasional pada pesawat khusus kargo, bandara, penyedia layanan navigasi udara, lalu lintas udara domestik Cina, atau lalu lintas internasional sehubungan dengan Wilayah Administratif Khusus Hong Kong dan Makau China, atau Provinsi Taiwan.

Sejauh ini, ICAO melaporkan sekitar 70 maskapai penerbangan telah membatalkan semua penerbangan internasional ke dan atau dari China daratan. Sementara 50 maskapai lainnya telah membatasi operasi udara terkait.

Baca Juga:  Pemprov DKI Jakarta Tutup 56 Kantor Karena Covid-19

“Hal ini menghasilkan pengurangan 80 persen kapasitas maskapai asing untuk pelancong langsung ke dan atau dari China, dan pengurangan kapasitas 40 persen oleh maskapai China,” tulis ICAO.

Sebelum epidemi ini pecah, maskapai telah merencanakan peningkatan kapasitas sebesar 9 persn pada rute internasional. Terutama untuk tujuan ke dan atau dari China untuk kuartal pertama 2020 dibandingkan dengan 2019. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here