Coba Masuk ke Sektor Ini jika Ingin Mulai Bisnis Energi

Ilustrasi energi tenaga surya. Foto: suryautamaputra

Indonesiainside.id, Jakarta –  Melimpahnya potensi energi baru terbarukan (EBT) menjadi salah satu faktor pemicu berkembangnya start up energi. Saat ini, utilitasi EBT baru sebesar 2,1 persen dari potensi 400 Giga Watt (GW). Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan diantara potensi bisnis yang menjanjikan adalah energi surya.

Menurutnya, dengan potensi 207 GW, perkembangan permintaan energi surya meningkat pesat. “Baik di kota-kota besar untuk kebutuhan atap surya, hingga ke daerah frontier untuk Solar Home System (SHS),” ujar Agung di Jakarta.

Agung memaparkan, industri EBT banyak berkembang di kawasan industri seperti Bekasi, Tangerang. Termasuk daerah Surabaya dan sekitarnya.

Direktur Utama PT Gerbang Multindo Nusantara Chayun Budiono, misalnya, dia berkecimpung dalam bisnis solar PV. Memulai usaha panel surya di 1994. “Tak hanya solar PV, pasar off-grid ini menjanjikan, maka disinilah yang harus kita dorong,” katan Chayun.

Ia juga melihat start up energi penting difungsikan sebagai salah satu langkah disrupsi energi. Senada, peluang EBT juga ditangkap baik oleh Warung Energi.

Warung Energi merupakan salah satu start up yang mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) hybird antara surya dengan angin. Chief Financial Officer Warung Energi, Nimas Pratiwi mengatakan, dalam bisnis sistem solar PV masih terhambat ekosistem. “Karena belum terbentuk, ke depan kami tidak hanya di Solar PV saja,” jelasnya.

Warung Energi kini memiliki beberapa paket PLTS on-grid dan off-grid yang dapat diaplikasikan untuk perdesaan, rumah, dan industri. Selain menawarkan produk, dia juga menawarkan jasa konsultasi, perencanaan hingga engineering design untuk klien yang ingin memasang PLTS. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here