Ambyar! Rp21,9 Triliun Pendapatan Hotel dan Restoran Hilang Karena Corona

Ilustrasi hotel. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta—Wabah virus corona covid-19 membuat bisnis hotel dan restoran terpuruk. Pengusaha memprediksi total kerugian mencapai 1,5 miliar dolar AS atau Rp21,9 triliun (kurs Rp14.603).

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B Sukamdani menjelaskan, kerugian itu dihitung berdasar perkiraan wisatawan Cina yang menghabiskan sekitar 1.100 dolar AS saat plesir di Indonesia. Termasuk 400 juta dolar AS yang hilang dari wisatawan domestik.

“Perkiraan kasar rugi Rp1,5 miliar. Lalu ikutannya dari negara-negara yang membatalkan, lalu juga dari domestik membatalkan kepergian dan sebagainya itu sudah 400 juta dolar AS sendiri,” papar dia.

Dia khawatir, jika kepanikan publik tak tertangani dan sebaran wabah tak dikendalikan kerugian pengusaha bisa lebih besar lagi. Apalagi imbauan pemerintah untuk tak banyak melakukan perjalanan, makin sedih lah pengusaha.

“Angka 1,5 milar dolar AS itu di industri restoran dan hotel. Supliernya dihitung, suplai chainnya, untuk hotel lebih dari 500 suplai chain, menyangkut UKM jadi tak sesimpel kita bayangkan,” tuturnya.

Hariyadi menambahkan, lesunya bisnis hotel dan restoran mulai terasa sejak Januari. Tapi itu masih di kawasan wisata tertentu seperti Manado, Bali dan Batam.

Sekarang semuanya mulai terdampak. Di samping kepanikan masyarakat, pemerintah juga mengeluarkan imbauan tak banyak beraktivitas di luar dan bepergian.

“Ini kontradiktif di satu sisi pemerintah mau mengeluarkan belanjanya tapi melarang perjalanan,” ucapnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here