Gubernur Sulsel: Stok Gula Berkurang, Jangan Panik

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Sulsel.

indonesiainside.id, Makassar–Kepanikan masyarakat terhadap berkurangnya stok gula pasir di pasaran membuat Nurdin Abdullah, selaku Gubernur Sulsel, angkat bicara. Dia meminta masyarakat tenang, dan menjamin ketersediaan gula di wilayah Sulsel.

Kata dia, kebutuhan gula di Sulsel masih cukup, dan menjadi tugas pemerintah mengecek ke pihak distributor dan pengecer, untuk mengantisipasi indikasi penimbunan gula dalam jumlah banyak. “Kita berharap tidak ada yang menimbun, sementara kita cek,” katanya, di Kantor DPRD Sulsel, Jumat (13/3/2020).

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basamalah, sebelumnya menjelaskan, bahwa saat ini, ada sekitar 3.000 sampai 4.000 ton stok gula yang ada di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV . Namun jumlah tersebut, kata Hadi, hanya tahan dalam jangka waktu dua pekan.

“Stok kita hari ini kurang lebih 3.000 ton, ketahanannya nggak sampai 10 hari. Jadi yang pertama gula yang ada di Sulawesi Selatan hari ini, yang dimiliki oleh PTPN, distributor dan lain-lain, untuk tidak dibawa keluar (dari wilayah Sulsel), dijual,” katanya,  usai rapat dengar pendapat di gedung DPRD Sulsel.

Hadi menyebutkan, terjadinya kekurangan stok gula atau kondisi terbatas yang mengalami defisit hingga 90 ribu ton. Bila melihat kondisi tiga pabrik gula di Sulsel yakni di PGB Arasoe, PGB Camming Kabupaten Bone, dan Pabrik Gula di Takalar, hanya bisa memproduksi 30 ribu ton per tahun.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here