Bursa Eropa Terpukul Berbagai Sentimen, Catat Rugi Harian Terburuk

Indonesiainside.id, Jakarta – Bursa saham Eropa mencatat kerugian harian terburuk selama beberapa dekade menyusul respon negatif investor atas kebijakan yang muncul mengantisipasi virus corona atau Covid-19.

Saham-saham penerbangan rontok, tak mampu menahan pukulan kebijakan Donald Trump yang membatasi perjalanan ke dan dari Eropa.

Investor juga menanggapi negatif langkah pemerintah menanggulangi virus corona yang kini menjadi pandemi global.

Saham-saham Eropa anjlok 11,5 persen pada akhir perdagangan Kamis (12/3), kerugian harian terburuk dalam catatan, karena tanggapan oleh pemerintah-pemerintah dan bank-bank sentral untuk memerangi potensi pukulan ekonomi dari virus corona yang menyebar cepat mendapat sambutan dingin.

Saham-saham maskapai penerbangan menerima pukulan besar sepanjang hari setelah pembatasan perjalanan AS dari Eropa, sementara saham-saham bank terpukul keras di tengah meningkatnya tanda-tanda tekanan terhadap perusahaan-perusahaan.

Tidak adanya pemangkasan suku bunga dari Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan sedikit kenyamanan untuk saham-saham bank, yang merosot ke rekor terendah lagi.

Virus corona yang menyebar cepat, yang disebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi, telah membuat aset-aset berisiko di seluruh dunia menghapus lebih dari 15 triliun dolar AS dari nilainya dalam waktu kurang dari sebulan.

Indeks acuan STOXX 600 telah berada di spiral penurunan sejak wabah, menandai kerugian harian yang besar ketika tergelincir lebih jauh ke wilayah bear market. Sebuah kejutan kejatuhan harga minyak pada awal minggu ini juga telah mendorong penjualan besar-besaran.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here