Emas Berjangka Anjlok, Investor Ramai Kumpulkan Uang Tunai

Indonesiainside.id, Jakarta – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh lagi pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (13/3) pagi menyusil pasar saham global anjlok dengan mencatat kerugian harian terburuk, karena perdagangan teknis untuk mengumpulkan uang mendominasi sebagian besar hari.

Mengutip Xinhua, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April anjlok 52 dolar AS atau 3,17 persen, menjadi ditutup pada 1.590,3 dolar AS per ounce. Emas berjangka turun 18 dolar AS atau 1,08 persen menjadi 1.642,3 dolar AS per ounce sehari sebelumnya.

Para analis percaya investor menjual emas untuk mendapatkan uang tunai karena ekuitas AS turun tajam setelah beberapa pengumuman tentang virus corona di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, serta pemberlakuan pembatasan perjalanan dari Eropa ke Amerika Serikat.

Saham-saham global anjlok di bawah ambang batas bear markets dan minyak jatuh delapan persen setelah Presiden AS Donald Trump melarang perjalanan dari Eropa untuk membendung penyebaran virus corona, mengancam lebih banyak gangguan pada ekonomi dunia.

“Ini adalah serbuan untuk uang tunai dan tipe kepanikan ringan. Yang kami lihat adalah para pelaku pasar dan investor secara sembarangan menjual setiap kelas aset,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

“Orang menjual posisi emas dan perak untuk membiayai posisi ekuitas atau situasi lainnya.” ungkapnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here