IHSG Anjlok akibat Sentimen Negatif, Ini Langkah OJK

OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir, karena pelaku pasar keuangan menyikapi perkembangan global. Kekhawatiran atas penyebaran virus corona (covid-19), telah meluas dan menyebabkan penurunan harga saham di pasar modal seluruh dunia.

“Ini karena sentimen negatif dan terjadi karena semua pasar modal di seluruh dunia berkaitan,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (13/3).

Meski demikian, ia mengharapkan para pengusaha yang mempunyai portofolio di pasar keuangan global tidak perlu panik. Menurutnya OJK sudah mempunyai langkah antisipasi.

“Kita punya protokol yang transparan, langkah yang kita lakukan oleh OJK dan bursa untuk perdagangan di pasar modal. Kalau sampai ini terjadi penurunan berikutnya, kita punya langkahnya” kata dia.

Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia dan OJK berupaya melakukan sejumlah relaksasi kebijakan sebagai stimulus agar kondisi perekonomian tidak terdampak terlalu dalam.

“Upaya ini tidak hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia harus melakukan hal yang sama, karena semua bisnis ini saling berkaitan,” katanya.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi anjlok dan kembali terkena pembekuan sementara (trading halt) selama 30 menit pada pukul 09.15 WIB karena melemah hingga lebih dari lima persen.

IHSG dibuka melemah 245,17 poin atau 5,01 persen ke posisi 4.650,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 50,62 poin atau 6,58 persen menjadi 719,02.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here