Menteri Perindustrian: 19 Industri Manufaktur Bebas Pajak Impor

Agus Gumiwang
Menperin, Agus Gumiwang. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta -Pemerintah resmi memberikan stimulus ekonomi untuk menangani dampak virus corona (covid-19). Salah satu memberikan pembebasan bea masuk impor bahan baku untuk 19 sektor industri manufaktur. Stimulus tersebut akan berlaku mulai 1 April 2020.

“Bea masuk bahan baku untuk mengurangi ganguan produksi. Bahan baku industri 30 persen berasal dr Cina,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Jumat (13/3).

Ia menambahkan, industri mencari pasar baru untuk mengimpor bahan baku juga sulit. Alternatif negara, kata dia akan terbatas dan harganya tinggi karena berbagai negara saling berebut.

Agus menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan 1.022 HS Code barang bahan baku industri yang akan dibebaskan bea masuknya. “Tahap pertama diprioritaskan sebanyak 313 HS Code barang,” ujar dia.

Adapun 19 sektor industri yang mendapatkan relaksasi bea masuk impor bahan baku:

– Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia
– Industri peralatan listrik
– Industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer
– Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional
– Industri logam dasar
– Industri alat angkutan lainnya
– Industri kertas dan barang dari kertas
– Industri makanan
– Industri komputer, barang elektronik dan optik
– Industri mesin dan pelengkapan
– Industri tekstil
– Industri karet, barang dari karet dan plastik
– Industri furnitur
– Industri percetakan dan reproduksi media rekaman
– kemudian industri barang galian bukan logam
– Industri barang logam bukan mesin dan peralatannya
– Industri bahan jadi
– Industri minuman
– Industri kulit barang dan kulit serta alas kaki.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here