Pariwisata Sepi, Banyak Pegawai Hotel Dirumahkan

Indonesiainside.id, Jakarta – Bisnis pariwisata semakin sepi akibat virus ganas corona atau Covid-19. Akhirnya para pengusaha di sektor ini mulai pusing hingga terpaksa merumahkan banyak karyawan.

Salah satu indikatornya adalah tingkat okupansi hotel yang turun hingga 20 persen imbas kepanikan wabah corona atau Covid-19 di Indonesia. Di Jakarta, penurunan okupansi hotel mencapai 30 persen.

Perhimpunan Hotel dan Pariwisata Indonesia (PHRI) mengatakan, sejumlah destinasi wisata yang biasanya ramai di musim ini, malah sepi kunjungan. Bali, misalnya, okupansinya anjlok menjadi 20 persen.

“Khususnya di daerah-daerah yang banyak dikunjungi individual traveler seperti Kuta, Sanur, Legian, Ubud, dan Jimbaran,” ujar Ketua Umum PHRI, Hariyadi B Sukamdani di Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

Okupansi hotel-hotel yang biasanya jadi tempat bernanung pebisnis di Ibu Kota Jakarta juga anjlok drastis. Saat ini, okupansi hotel di Jakarta telah menyentuh angka 30 persen.

Dia menjelaskan, okupansi yang rendah membuat pengusaha hotel pusing. Mereka harus putar otak agar aliran keuangan perusahaan tetap lancar di tengah minimnya pemasukan.

Salah satu caranya dengan merumahkan sebagian pegawai hotel. Kategorisasi kerja pegawai sementara waktu dihilangkan.

“Bukan murni PHK, kita punya 3 jenis kategori, yakni karyawan harian, karyawan kontrak, dan karyawan tetap. Sekarang semua tidak dipakai,” jelas dia.

Karyawan kontrak dan permanen, seperti yang diterapkan hotal-hotel di Bali sudah mulai digilir masa kerjanya. Sebagian dirumahkan karena perusahaan harus menjaga cash flow.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here