Presiden Jokowi Akui Pasar Keuangan Dunia Goncang karena Corona, Susah Meroket

joko widodo
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui situasi pasar keuangan dunia mengalami kegoncangan dan kepanikan akibat pandemi penyakit saluran pernafasan karena virus Corona. Pemerintah bersama otoritas keuangan akan fokus memantau situasi ini.

“Sekarang ini pasar keuangan di seluruh dunia mengalami kegoncangan, kepanikan, kita tidak bisa melawan kepanikan global tapi pemerintah dan otoritas keuangan akan selalu memantau dan membuat kebijakan-kebijakan yang cepat,” jelas Presiden Joko Widodo di bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat(13/3).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut seusai berkeliling bandara Soekarno-Hatta untuk mengecek fungsi “thermal scanner” dan “thermal gun” di pintu kedatangan internasional bandara serta proses pembersihan bandara menggunakan disinfektan.

“OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sudah memberikan relaksasi dan kelonggaran, ‘policynya’ cepat, BI (Bank Indonesia) juga memberikan relaksasi dan kelongggaran, pemerintah memberikan relaksasi dan kelonggaran pajak dan memberikan insentif-insentif,” tambah Presiden.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga sudah menyatakan pemerintah provinsi menutup Monas, Kebun Binatang Ragunan hingga Ancol di DKI Jakarta selama 2 pekan ke depan, menyusul peniadaan ‘car free day’ juga selama 2 pekan.

Pemprov mengimbau masyarakatnya agar melakukan social distancing atau menjaga jarak dan membatasi kontak dengan orang lain.

Meski begitu, Presiden Jokowi belum akan melakukan “lockdown” (penguncian) daerah atau negara.

“Belum berpikir ke arah sana, tapi saya sangat menghargai kerja sama seluruh kementerian dan lembaga termasuk pemerintah daerah. Saya ingin memberikan apresiasi terhadap daerah-daerah yang mampu memberikan penjelasan yg baik edukasi ke masyarakat seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat,” ungkap Presiden.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here